Indeks Kospi Merosot 4,44 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 98,94 poin, atau sekitar 4,44 persen, pada Kamis (11/10/2018), menjadi 2.129,67, angka penutupan terendah sejak April 2017. Penurunan yang terjadi merupakan penurunan harian tertajam sejak 23 September 2011. Indeks Kospi telah melemah delapan sesi beruntun.

Volume perdagangan tinggi mencapai 404,3 juta saham senilai 8,2 triliun won atau sekitar US$7,17 miliar, dengan saham yang turun jauh melampaui yang naik 865 berbanding 23.

Indeks Kospi turun tajam mengikuti kemerosotan yang berlangsung di Wall Street setelah saham sektor teknologi anjlok dipicu penurunan permintaan di industri semikonduktor. Sentimen pasar juga terpengaruh peningkatan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

“Pelemahan pasar saham terjadi secara global, dimulai dengan kemerosotan Wall Street,” kata Cho Byung-Hyun, analis Yuanta Securities Korea Company, seperti dikutip Yonhap News.

Menurut Cho, kekhawatiran para investor terhadap berlarutnya tensi AS-Tiongkok di bidang perdagangan turut membebani pasar modal global. Dalam laporan terbarunya, International Monetary Fund telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia akibat berlarutnya ketegangan antara kedua negara.

Di sektor teknologi, saham Samsung Electronics dan SK Hynix terjun 4,86 persen dan 1,85 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung Biologics anjlok 4,30 persen, saham Celltrion turun tajam 5,24 persen.

Di sektor keuangan, saham KB Financial Group dan Shinhan Financial Group masing-masing anjlok 4,69 persen dan 4,88 persen.

Nilai tukar won melemah ke level terendah sejak 29 September 2017, turun 10 won dari sesi sebeluimnya menjadi 1.144,4 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia mengalami pelemahan signifkan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 3,8 persen setelah sempat mencapai level terendah sejak Maret 2017.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 166 poin, atau sekitar 2,74 persen, menjadi 5.883,80. Indeks utama perdagangan saham di berbagai bursa efek di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, diwarnai penurunan tajam.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 142,38 poin, atau sekitar 5,22 persen, menjadi 2.583,46. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 926,70 poin, atau sekitar 3,54 persen, menjadi 25.266,37.