ANALIS MARKET (11/10/2018) : IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini

Foto : Ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (10/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 23.878 poin (+0.41%) menjadi 5,820. Sementara investor asing membukukan net sell di semua perdagangan sebesar Rp.574.9 milyar. Penguatan sektor di pimpin sektor barang konsumsi (+1.19%) dan pertambangan (+0.95%). Sedangkan yang mengalami pelemahan di sektor aneka industri (-0.67%) dan industri dasar (-0.28%).

Analis Kiwoom Sekuritas, Maximilianus Nicodemus mengungkapkan, disaat turunnya imbal hasil imbal hasil obligasi AS, Presiden Trump juga menyebutkan terlalu cepat kebijakan yang diambil oleh The Fed dalam menaikan suku bunga acuannya. Menurunnya imbal hasil tersebut memberikan nafas menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan begitu juga nilai tukar mata uang Asia lainnya.

Selanjutnya, pasar menanti rilis data inflasi AS, yang tentunya akan menjadi petunjuk baru untuk obligasi AS, ini tentunya akan mempengaruhi terhadap pasar di Asia.

Fokus berikutnya adalah pernyataan dari salah satu Presiden The Fed Chicago, Charles Evans yang menuturkan kemungkinan Bank Sentral Amerika akan berhenti menaikkan tingkat suku bunga apabila jika sudah mencapai 3%, dengan posisi netral untuk tingkat suku bunga sebesar 2.75%. Dengan catatan inflasi berada di 2%, sementara tingkat pengangguran berada di 3.7%, angka ini merupakan terendah dalam 49 tahun terakhir.

“Kami menilai pandangan Evans ini lebih longgar dibandingkan opini sebagian besar pejabat The Fed yang menginginkan tingkat suku bunga The Fed berada di atas 3%. Dalam Pertemuan Tahunan IMF,  para pemimpin IMF, OECD, Bank Dunia, dan WTO memiliki pendapat yang sama untuk Gubernur The Fed untuk berhati hati terhadap kebijakan yang dibuat oleh The Fed karena memiliki implikasi terhadap negara berkembang,” terang Nico.

Ditambahkan, secara teknikal, indeks IHSG berpotensi menguat dengan support dan resistance di level 5,802-5,836.