Indeks Kospi Anjlok 1,12 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 25,22 poin, atau sekitar 1,12 persen, pada Rabu (10/10/2018), menjadi 2.228,61 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 2 Mei 2017. Indeks Kospi telah melemah tujuh sesi beruntun.

Volume perdagangan moderat mencapai 348,9 juta saham senilai 6,3 triliun won atau sekitar US$5,56 miliar, dengan saham yang turun jauh melampaui yang naik 767 berbanding 107.

Investor asing melakukan penjualan saham senilai 2,3 miliar won, sedangkan investor institusi dan individu masing-masing membeli saham senilai 1,16 miliar won dan 1 miliar won.  

Anjloknya indeks Kospi terpengaruh sentiment negatif yang mencuat setelah International Monetary Fund (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan menjadi 2,8 persen dari sebelumnya 3 persen.

“Tindakan IMF membuat tingkat kekhawatiran para investor makin melambung, setelah sebelumnya sentimen pasar sudah terpengaruh berlarutnya tensi Amerika Serikat-Tiongkok di bidang perdagangan,” kata Kim Seong-Hwan, analis Bookook Securities Company, seperti dikutip Yonhap News.

“Permasalahannya adalah tidak ada kabar positif yang dapat mendukung pergerakan naik harga saham dalam waktu dekat,” jelas Kim.

Di sektor teknologi, saham SK Hynix dan LG Electronics masing-masing anjlok 1,26 persen dan 3,83 persen. Namun saham Samsung Electronics naik 0,78 persen.

Saham perusahaan konstruksi Hyundai Engineering & Construction dan GS Engineering & Construction masing-masing terjun 10,54 persen dan 2,64 persen. Saham perusahaan ritel Lotte Shopping masing-masing merosot 1,22 persen dan 1,82 persen.

Saham perusahaan kosmetik AmorePacific anjlok 4,93 persen. Saham LG Household & Health Care turun 4,2 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 1,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.134 won per dolar AS.

Meski indeks Kospi anjlok, bursa saham Asia Tenggara secara umum menguat hari ini dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 8,70 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 6.049,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Filipina, dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Thailand, Indonesia, dan Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, meningkat 4,82 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 2.725,84. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong bergerak naik 20.16 poin menjadi 26.193,07.