HSBC Sepakat Bayar Departemen Kehakiman AS US$765 Juta

foto: istimewa

Pasardana.id - HSBC pada Selasa (9/10/2018) sepakat untuk membayar Departemen Kehakiman Amerika Serikat settlement sebesar US$765 juta, atau sekitar Rp11,65 triliun, terkait penjualan sekuritas berbasis hipotek di Negeri Paman Sam yang memicu terjadinya krisis finansial di negara tersebut. Dengan kesepakatan yang diraih, maka permasalahan HSBC dengan pihak regulator AS menjadi terselesaikan.

Pihak regulator AS sebelumnya menuduh HSBC telah menyesatkan pembeli akan kualitas sekuritas yang dijualnya, yang sebetulnya hanya berbasis hipotek yang beresiko tinggi. Penyesatan yang dilakukan HSBC pada kurun waktu 2005 sampai 2007 tersebut telah menyebabkan para pembeli sekuritas mengalami kerugian besar.

Setelah melakukan settlement, HSBC tidak perlu lagi mengakui atau menyangkal tuduhan dari regulator AS.

Dalam sebuah pernyataan, pihak HSBC menyebutkan telah memperkuat pengawasan internal sehingga kesalahan yang terjadi di masa lalu tak akan berulang kembali. HSBC juga senang masalah yang dimiliki bank yang berpusat di London, Inggris, tersebut di AS dapat terselesaikan.

“Tim manajemen berfokus untuk meninggalkan masa lalu dan memulai perubahan haluan operasional HSBC di Amerika Serikat,” kata Patrick J Burke, Presiden dan CEO HSBC Amerika Utara, seperti dikutip BBC News.

Krisis finansial yang berlangsung di AS memicu terjadinya krisis ekonomi global pada 2008, yang dampaknya juga terasa sampai ke Indonesia.