ANALIS MARKET (01/10/2018) : IHSG Diperkirakan Bergerak Bervariasi dan Berpeluang Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas Indonesia menyebutkan, melanjutkan perdagangan awal pekan sekaligus menandai perdagangan awal Oktober, aksi beli selektif diperkirakan masih berpeluang terjadi.

Redanya resiko capital outflow, peluang penguatan rupiah terhadap dolar AS dan pergerakan harga komoditas energi yang bullish kembali menjadi katalis positif pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) awal pekan ini.

Dari domestik, sentimen pasar turut digerakkan rilis inflasi September 2018 yang diproyeksi relatif rendah. Inflasi September 2018 diperkirakan 0,1% (mom) dan 3,5% (yoy) meningkat dibandingkan Agustus masing-masing -0,05% (mom) dan 3,2% (yoy).

Namun dari kawasan Asia, data aktivitas manufaktur China, seperti indeks Caixin Manufacturing PMI September 2018 menunjukkan peerlambatan pertumbuhan dengan angka indeks 50,0 turun dari bulan sebelumnya 50,6 dan di bawah perkiraan 50,9.

Sementara Wall Street akhir pekan lalu (28/9) ditutup flat. Indeks DJIA menguat tipis 0,07% di 26458,31. Indeks S&P tutup flat di 2913,98 dan indeks Nasdaq menguat tipis 0,05% di 8046,35.

Selama sepekan terakhir indeks DJIA dan S&P terkoreksi masing-masing 1,07% dan 0,54%. Sedangkan indeks Nasdaq rebound 0,74%.

Namun selama kuartal tiga 2018 (3Q18), indeks S&P menguat 7,2% terbaik sejak kuartal empat 2013. Indeks DJIA dan Nasdaq sepanjang 3Q18 menguat masing-masing 9% dan 7%.

Pasar optimis pencapaian kinerja emiten di 3Q18 tumbuh kuat seiring pertumbuhan ekonomi AS. Harga minyak mentah akhir pekan lalu menguat 1,57% di USD73,25/barel dipicu kekhawatiran ketatnya pasokan minyak Iran.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi di kisaran 5930 hingga 6010 dan berpeluang menguat terbatas,” sebut analis FAC Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Senin (01/10/2018).