Wall Street Melemah di Tengah Kekhawatiran Government Shutdown

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Selasa (16/1/2018) dipicu kekhawatiran para investor akan kemungkinan terjadinya penutupan pemerintahan (government shutdown) Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, bergerak turun 10,33 poin menjadi 25.792,86. Indeks S&P 500 melemah 9,82 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 2.776,42. Indeks komposit Nasdaq melorot 37,38 poin, atau sekitar 0,51 persen, menjadi 7.223,69.

Kongres AS harus meloloskan anggaran belanja pemerintah pada Jumat (19/1/2018) untuk menghindarkan terjadinya penutupan pemerintahan. Para analis menyebut perbedaan pendapat antara Partai Republik dengan Partai Demokart terkait RUU Keimigrasian yang ingin diloloskan Partai Demokrat menjadi penghalang diloloskannya anggaran belanja pemerintah.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange mengalami kenaikan dengan harga emas untuk pengiriman Februari 2018 meningkat US$2,2, atau sekitar 0,16 persen, menjadi US$1.337,10 per ons, harga tertinggi dalam empat bulan terakhir. Harga emas berjangka tercegah naik lebih tinggi setelah dolar AS mengalami rebound dengan indeks dolar AS naik 0,12 persen menjadi 90,56.

Sementara itu, bursa saham Eropa diwarnai sedikit pergerakan pada Selasa dengan indeks STOXX 600 Eropa berakhir datar.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 13,21 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 7.755,93. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, naik 45,82 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 13.246,33. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 53,20 poin, atau sekitar 0,51 persen, menjadi 10.520,40. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, bergerak naik 4,14 poin menjadi 5.513,82.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling turun 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3754 per pound. Sedangkan terhadap euro, pound menguat 0,2 persen menjadi 1,1265 euro per pound.