Bursa Asia Alami Pelemahan

foto: istimewa

Pasardana.id - Bursa saham Asia mengalami pelemahan pada Rabu (17/1/2018) terpengaruh penurunan harga minyak dunia dan komoditas. Seperti diwartakan Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,15 persen hari ini setelah mencatatkan rekor baru pada dua sesi beruntun sebelumnya.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, turun 83,47 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 23.868,34. Sektor pertambangan, perminyakan, dan pengapalan anjlok, masing-masing merosot 1,3 persen, 2,8 persen, dan 1,1 persen. Saham Inpex Corp turun 1,2 persen, saham Showa Shell Sekiyu tergelincir 2,6 persen, dan saham Mitsui OSK Line melemah 1,2 persen.

Anjloknya harga Bitcoin membuat saham perusahaan-perusahaan perdagangan mata uang virtual turun secara signifikan. Saham Remixpoint Inc, Ceres Inc, dan GMO Internet masing-masing terjun bebas 4 persen, 14 persen, dan 8 persen.

Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melorot 6,31 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 2.515,43 seiring aksi jual investor institusi terhadap saham teknologi.  Saham Samsung Electronics turun 0,76 persen dan saham SK Hynix melorot 0,4 persen.

Saham sektor otomotif di Bursa Korea mixed hari ini. Saham Hyundai Motor turun 0,32 persen, saham Kia Motors naik 0,61 persen, dan saham Hyundai Mobis melonjak 1,38 persen.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 8,08 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 3.444,67. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 78,66 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 31.983,41.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 32,80 poin, atau sekitar 0,54 persen, menjadi 6.015,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura dan Malaysia melemah, sedangkan di Thailand, Filipina, Indonesia, dan Vietnam menguat.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar dolar AS turun 0,05 persen terhadap yen Jepang menjadi 110,415 yen per dolar AS. Sedangkan terhadap won Korsel melemah 0,62 persen menjadi 1.069,3 won per dolar AS.