Indeks Nikkei Capai Level Tertinggi Sejak 26 Tahun Lalu

foto: istimewa

Pasardana - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, pada Selasa (9/1/2018) meningkat 135,46 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 23.849,99. Seperti dilaporkan Reuters, angka indeks mengikuti pergerakan positif Wall Street hingga mencapai level tertinggi sejak 26 tahun lalu.

Peningkatan yang terjadi turut dipengaruhi penguatan saham Fast Retailing Co sebesar 1,2 persen setelah anak perusahaannya, Uniqlo Co Ltd, mencatatkan peningkatan penjualan 18,1 persen pada Desember lalu. Penguatan saham Fast Retailing menyumbang 20 poin peningkatan indeks Nikkei.

Selain ritel, saham perusahaan elektronik juga mengalami penguatan yang signifikan. Saham Tokyo Electron dan TDK Corp masing-masing naik 1,7 dan 0,9 persen.

Tak hanya pasar modal Negeri Sakura, bursa saham Asia secara umum mengalami pergerakan positif hari ini dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2 persen. Angka indeks mencapai 590,89, hanya sepelemparan batu dari angka rekor 591,50 yang tercapai November 2007.

Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 3,05 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 2.510,23. Penurunan yang terjadi terpengaruh anjloknya Samsung Electronics sebesar 3,11 persen setelah mengumumkan perkiraan laba operasional untuk kuartal IV 2017 yang tak memenuhi ekspektasi. Saham SK Hynix juga melemah dengan penurunan 1,66 persen.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 4,42 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 3.413,90. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong menguat 111,88 poin, atau sekitar 0,36 persen, menjadi 31.011,41.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia bergerak naik 5,40 poin menjadi 6.135,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Filipina, dan Vietnam menguat, sedangkan di Thailand, Indonesia, dan Malaysia melemah.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar dolar Amerika Serikat melemah 0,4 persen terhadap yen Jepang mencapai 112,63 yen per dolar AS setelah Bank of Japan memangkas pembelian obligasi pemerintah Jepang. Sedangkan terhadap won Korsel menguat 0,1 persen menjadi 1.067,1 won per dolar AS.