Bursa Asia Teruskan Pelemahan

foto: istimewa

Pasardana.id - Bursa saham Asia melemah pada Kamis (11/1/2018) dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,5 persen hari ini. Telah dua sesi beruntun angka indeks mengalami penurunan.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, melemah 77,77 poin, atau sekitar 0,33 persen, menjadi 23.710,43. Seperti dilansir Reuters, pelemahan yang terjadi terpengaruh merosotnya saham perusahaan otomotif dan produsen komponen elektronik.

Saham Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co masing-masing anjlok 1 dan 1,9 persen. Saham Kyocera Corp merosot 1,4 persen, saham Alps Electric turun 1,5 persen, dan saham Taiyo Yuden melemah 1,4 persen.

Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melorot 11,84 poin, atau sekitar 0,47 persen, menjadi 2.487,91 dipicu aksi jual yang dilakukan investor asing. Saham Samsung Electronics anjlok 1,23 persen, telah empat sesi beruntun saham Samsung mengalami kemerosotan.

Saham SK Hynix turun 0,41 persen, saham Hyundai Motor melorot 0,64 persen, saham POSCO anjlok 1,61 persen, dan saham Naver merosot 1,1 persen.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 3,51 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 3.425,34. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong menguat 46,67 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 31.120,39.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 29,10 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 6.067,60. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, dan Malaysia melemah, sedangkan di Indonesia dan Vietnam menguat.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar dolar AS terhadap yen Jepang menguat 0,4 persen menjadi 111,83 yen per dolar AS. Sedangkan terhadap won Korsel menguat tipis menjadi 1.072 won per dolar AS.

Harga Bitcoin anjlok 11 persen menjadi US$13.189 setelah Kementerian Kehakiman Korea Selatan menyatakan tengah menyiapkan RUU pelarangan perdagangan mata uang digital.