BI Kembali Tegaskan Bitcoin Bukan Mata Uang yang Sah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Menyikapi maraknya masyarakat yang tertarik melakukan transaksi jual-beli dengan 'mata uang digital' Bitcoin, Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan sikapnya yang tidak mengakui Bitcoin sebagai mata uang resmi atau sah.

“BI tidak menganggap Bitcoin sebagai mata uang yang diakui. Kami belum akan recognize Bitcoin ini ya," tegas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman di Gedung BI, Jumat (8/9/2017).

Lebih lanjut, Agusman menghimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya.

“Segala risiko terkait kepemilikan/penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik/pengguna Bitcoin dan virtual currency lainnya," jelas Agusman.

Melansir laman Bitcoin.co.id, per hari ini, Jumat (08/9/2017) nilai tukar 1 Bitcoin (BTC) dibandrol senilai Rp59.464.800, atau nyaris menyentuh Rp60 juta!

Adapun saat ini sekitar 472.364 member sudah bergabung di Bitcoin.co.id, tempat untuk membeli dan menjual Bitcoin, Ethereum dan berbagai macam Digital Asset di Indonesia.

Asal tahu saja, di laman Bitcoin.co.id masyarakat dapat membeli dan menjual Digital Asset seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple dan lain sebagainya.

“Digital Asset bisa dibeli menggunakan Rupiah atau Bitcoin. Kami menyediakan sistem yang mudah, cepat dan aman untuk melakukan transaksi Digital Asset," demikian isi pernyataan di situs Bitcoin.co.id.

Adapun di dunia, beberapa negara telah mengakui penggunaan mata uang digital ini secara legal, antara lain; Jepang, Amerika Serikat, Denmark dan Korea Selatan.