Setelah INVS, Beberapa Emiten Juga Bakal Didepak Dari Bursa

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus secara paksa atau force delisting saham PT Inovasi Infracom Tbk (INVS) dari papan perdagangan pada tanggal 23 Oktober 2017. Selanjutnya, beberapa emiten menunggu giliran serupa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat mengaku terus melakukan kajian terhadap beberapa emiten yang dinilai tidak memenuhi kewajibannya sebagai perusahaan terbuka dan sahamnya tercatat diperdagangan di bursa Efek Indonesia. Tetapi dia, tidak mau merinci nama emiten yang dimaksud.

“Kami sedang mereview (kaji) emiten-emiten yang sudah kami suspend atau penghentian perdagangan sementara dalam kurun waktu lama (dua tahun lebih) dan emiten itu tidak mau memenuhi kewajiban sebagai emiten," ujar Samsul di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Ia menekankan, kewajiban sebagai perusahaan publik dan perusahaan tercatat dimaksud dan menjadi perhatian BEI adalah kewajiban keterbukaan informasi kepada pemegang saham. Dan saat ini, BEI telah meminta emiten-emiten tersebut memenuhi kewajibannya.

“Kalau tidak memenuhi kewajiban sebagai perusahaan tercatat maka kami akan gunakan kewenangan kami dengan men-delisting secara paksa, sehingga kami juga tidak menutup ada kemungkinan emiten lainnya kami delisting," kata dia.

Sedagkan bagi investor ritel perusahaan publik yang didepak itu, jelas Samsul, masih tercatat sebagai pemegang saham dari perusahaan publik tersebut dan perusahaan tersebut masih diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jika pelanggaran dilakukan oleh manajemen, maka OJK bisa mengambil kebijakan terkait itu," terang dia. 

Untuk diketahui, saham-saham yang telah di suspend lebih dari dua tahun karena tidak memenuhi kewajiban kepada BEI terkait biaya pencatatan tahunan adalah BTEL (PT Bakrie Telecom Tbk) dan SIAP (PT Sekawan Intipratama Tbk).

Sedangkan saham-saham yang di suspend lebih dari dua tahun karena tidak menyampaikan laporan keuangan adalah BORN (PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk ), BRAU (PT Berau Coal Energy Tbk), TKGA (PT Permata Prima Sakti Tbk), SKYB (PT SKYBEE Tbk), GTBO (PT Garda Tujuh Buana Tbk).