Toyota Tingkatkan Estimasi Laba Setahun Penuh Sebesar 16 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Toyota Motor Corp meningkatkan estimasi laba setahun penuh sebesar 16 persen pada Jumat (4/8/2017), dengan adanya ekspektasi pelemahan yen Jepang, setelah mencatatkan laba kuartalan yang lebih tinggi dari ekspektasi.

Seperti dilaporkan Reuters, perusahaan produsen mobil terbesar kedua di dunia tersebut kini memperkirakan akan meraih laba operasional setahun penuh mencapai 1,85 triliun yen, atau sekitar US$16,80 miliar (Rp223,8 triliun), meningkat dari perkiraan sebelumnya 1,6 triliun yen tapi masih lebih rendah dari laba operasional setahun penuh pada tahun lalu yang mencapai 1,99 triliun yen.

Toyota mencatatkan laba operasional sebesar 574,29 miliar yen untuk periode April sampai Juni 2017, turun 11 persen dari 642,23 miliar yen setahun lalu. Para analis memperkirakan laba operasional Toyota pada periode April sampai Juni 2017 hanya akan mencapai 538,3 miliar yen.

Laporan laba Toyota dirilis jelang pengumuman kerjasama dengan Mazda Motor Corp untuk membangun pabrik perakitan di Amerika Serikat dengan dana sebesar US$1,6 miliar dan mengembangkan mobil elektrik.

Toyota saat ini memiliki asumsi bahwa nilai tukar dolar AS rata-rata akan berada di level 110 yen per dolar AS dan nilai tukar euro rata-rata akan berada di level 124 yen per euro tahun ini. Sebelumnya, nilai tukar dolar AS diperkirakan mencapai 105 yen per dolar AS dan nilai tukar euro mencapai 115 yen per euro.  

Pelemahan yen membuat mobil-mobil produksi Toyota menjadi lebih kompetitif di pasar luar Jepang dan meningkatkan laba yang dihasilkan dari pasar luar Jepang.

Pada periode April sampai Juni 2017, Toyota harus menghadapi perlambatan permintaan di pasar otomotif AS, pasar otomotif terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Perlambatan yang terjadi tak hanya mempengaruhi Toyota, tapi juga produsen mobil lainnya.

Berdasarkan kawasan, Toyota mencatatkan peningkatan 1 persen penjualan mobil di Amerika Utara menjadi 723.000 berkat tingginya permintaan terhadap SUV C-HR. Penjualan di Asia, termasuk Tiongkok, turun 5,4 persen menjadi 363.000.

Perkiraan penjualan setahun penuh untuk kawasan Amerika Utara diturunkan menjadi 2,78 juta unit dari sebelumnya 2,82 juta unit.