Uber Ajukan Banding Terhadap Pembekuan Operasional di Filipina

foto: istimewa

Pasardana.id - Uber Technologies Inc pada Selasa (15/8/2017) mengajukan banding terhadap pihak regulator di Filipina terkait pembekuan operasional perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut selama sebulan.

Seperti diwartakan Reuters, Land Transportation Franchising and Regulatory Board (LTFRB) pada Senin (14/8/2017) telah membekukan seluruh layanan Uber di Filipina.

Pembekuan dilakukan karena Uber menolak aturan untuk tidak lagi menambah jumlah driver di negara tersebut.

Pembekuan yang dilakukan memicu kemarahan masyarakat Filipina, yang kemudian dilampiaskan melalui media sosial. Uber cukup populer di Filipina, karena dianggap masyarakat setempat dapat diandalkan dan kompetitif atas layanan transportasi publik yang disediakan pemerintah.

Dengan diajukannya banding, Uber bisa meneruskan operasional layanan di Filipina sampai keputusan final dapat dihasilkan.