Datangkan 116 Bus, Pemegang Saham Pengendali SAFE Gelontorkan Rp105 Miliar

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Steady Safe Tbk (SAFE) berencana menambah armada angkutan massal berupa bus Maxi Volvo sebanyak 116 unit senilai Rp351,48 miliar atau Rp3,03 Miliar. Dengan datangnya armada baru itu perseroan pada tahun ini akan membukukan pendapatan sebesar Rp8,6 miliar.

Direktur Utama SAFE, John Pieter Sembiring menyatakan, sumber pengadaan bus tersebut berasal dari pemegang saham pengendali (PSP) sebesar 30% dan selebihnya dibiayai oleh perusahaan pembiayaan.

Untuk diketahui, SAFE dimiliki oleh PT Infiniti Wahana sebanyak 463.915.214 lembar saham atau 75,42% dari total saham ditempatkan dan Credit Suisse Singapore sebanyak 86.148.000 lembar saham atau 14,01%.

“Kas perusahaan tidak sanggup maka PSP (SAFE) yang mendanai 30% dari total dana pengadaan 116 bus Volvo Maxi," kata John di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Ia menjelaskan, armada baru tersebut akan datang secara bertahap mulai bulan Oktober 2017 sebanyak 30 unit dan seterusnya. Dengan demikian, armada Maxi Volvo tersebut akan masuk terintegrasi dalam layanan PT Transportasi Jakarta dengan kontrak 10 tahun.

“Setiap armada Maxi Volvo akan mendatangkan pendapatan Rp20.500 perkilo meter dan perhari kami harus mampu melayani 255 kilometer," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, perseroan akan memaksimalkan pendapatan iklan pada rangka armada perseroan. Dan pada tahun ini telah memegang kontrak pemasangan iklan senilai Rp750 juta.

“Dengan dua sumber pendapatan diatas (iklan dan armada Volvo), maka diperkirakan perseroan akan membukukan pendapatan sebesar Rp8,86 miliar," harap John.

Selanjutnya, ia berharap pada akhir tahun ini dapat membukukan laba bersih Rp3,9 miliar. Sedangkan pada tahun 2018, diharapkan dapat tumbuh setelah membukukan pendapatan sebesar Rp23.8 milar. Ia merinci pendapatan itu berasal dari pengoperasian 71 bus Ankai dan 116 bus Maxi Volvo serta pendapatan iklan sebesar Rp2,5 miliar.