ANALIS MARKET : IHSG Diprediksi Bergerak Cenderung Menurun Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas memperkirakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak cenderung menurun hari ini.

Beberapa faktor mendasari prediksi ini, antara lain; Dow Jones naik 0.1% pada level 21,553.1 kendati yield obligasi global mulai naik seiring dimulainya pembicaraan tapering yang akan dilakukan ECB. 

Adapun harga minyak naik didukung berkurangnya tingkat persediaan minyak Amerika serta kuatnya permintaan energi dari China. 

Sebelumnya, IHSG naik dengan upside gap serta candlestick membentuk pola hanging man. IHSG rentan mengalami koreksi hari ini ditengah masih cukup tingginya minat jual investor asing. 

“Menyikapi beberapa faktor tersebut, kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung menurun hari ini," sebut analis Kiwoom Sekuritas yang dilansir dari laman resminya, Jumat (14/7/2017).

Lebih lanjut diungkapkan, beberapa aksi korporasi dari para emiten juga perlu dicermati pelaku pasar, antara lain;

MIKA - Rencana ekspansi 
PT Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) berencana menambah portofolio rumah sakit yang melayani pasien BPJS Kesehatan. Dalam jangka pendek, MIKA akan mengakuisisi 6-7 rumah sakit yang diperuntukkan pasien BPJS Kesehatan, kemudian akan dikembangkan dengan merek baru.

Proses ini diharapkan selesai pada 4Q 2017. Untuk jangka menengah, MIKA akan membangun rumah sakit baru mulai 3Q 2017. Selama ini dari 12 rumah sakit yang dikelola MIKA hanya RS Mitra Keluarga Tegal yang melayani pasien BPJS Kesehatan.

Saat ini, MIKA berencana melayani pasien BPJS Kesehatan di RS Mitra Keluarga Kalideres dikarenakan tingkat okupansi masih 40% dari rata-rata rumah sakit lainnya mencapai 60%-70%. Selain itu, MIKA berencana menambah kapasitas tempat tidur hingga sekitar 150-200 tempat tidur untuk menjangkau pasien BPJS Kesehatan. 

PPRO - Ekspansi lahan 
PT PP Properti (PPRO) menambah cadangan lahan baru seluas 9 Ha pada 2Q 2017 sehingga total cadangan lahan PPRO naik menjadi 93 Ha pada akhir Juni lalu. Akuisisi lahan terakhir yang dilakukan atas lahan seluas 1.4 Ha di Bandung dekat dengan beberapa pusat pendidikan seperti STPDN, kampus II ITB, dan Universitas Padjajaran.

PPRO telah meluncurkan beberapa proyek untuk mengincar pasar mahasiswa di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Beberapa proyek yang telah diluncurkan antara lain Evencio Depok, The Alton Semarang, dan Begawan Malang. PPRO membukukan marketing sales senilai Rp 1.5 Triliun pada 1H 2017, naik 53%Yoy. 

TOBA - Fasilitas pinjaman 
PT Toba Bara Sejahtra (TOBA) melalui anak usahanya PT Gorontalo Listrik Perdana memperoleh pinjaman sebesar US$ 171.7 Juta dengan jangka waktu selama 12 tahun. TOBA akan menggunakan fasilitas pinjaman tersebut untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara berkapasitas 2x50 MW di Gorontalo.

Sementara itu, perseroan mengalokasikan belanja modal tahun ini sebsar US$ 60 Juta hingga US$ 65 Juta yang sebagian besar akan digunakan untuk dua proyek PLTU yang baru akan dimulai.