Bank UOB Tidak Khawatir Nasabah Bersaldo Rp200 Juta Pindah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bank UOB Indonesia mengklaim bahwa pihaknya tidak khawatir nasabah bersaldo Rp200 juta yang terdapat di tempatnya, akan pindah ke bank di negara lain.

Hal ini terkait penerapan aturan kewajiban pelaporan kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Malahan, kebijakan tersebut dapat meningkatkan transparansi keuangan," kata Iwan Satadinata, Wakil Presiden Direktur (Wapresdir) PT Bank UOB Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Bahkan, lanjut dia, implementasi kebijakan ini didukung Bank UOB Indonesia. Perseroan juga akan terus membantu pemerintah memperoleh pajak. Apalagi, kebijakan tranparansi ini juga diketahui telah diterapkan di negara-negara maju. Namun, kajian terkait kebijakan ini mesti dilakukan Ditjen Pajak.

“Rp200 juta itu tidak kecil juga, lumayan besar ya," ujarnya.

Angka ini, jelas Iwan, dapat diturunkan Ditjen Pajak. Karena, jumlah pemilik rekening bersaldo ini disebutkan kecil.

“Kita bisa awasi pemindahan dana yang sifatnya ilegal," jelasnya.