Menkeu : Upaya Peningkatan Tax Ratio Terus Dilakukan Pemerintah Secara Bertahap Setiap Tahun

foto : istimewa

Pasardana.id †Peningkatan rasio penerimaan perpajakan (tax ratio) secara signifikan tidak bisa diwujudkan oleh pemerintah dalam jangka waktu yang singkat. Pasalnya, penerimaan perpajakan mempunyai pengaruh besar dalam perekonomian.

“Lonjakan penerimaan pajak dalam jangka pendek akan menimbulkan distorsi yang dampaknya cukup buruk dalam perekonomian,†ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani, di Jakarta, kemarin.

Meski demikian, lanjut Sri, upaya peningkatan tax ratio akan terus dilakukan Pemerintah secara bertahap setiap tahun, dengan melakukan berbagai reformasi perpajakan dari sisi kebijakan maupun administrasi perpajakan.

Pada 2018, jelas Sri, Pemerintah akan berupaya merevormasi perpajakan antara lain dengan melanjutkan pembahasan mengenai RUU terkait perpajakan yaitu RUU KUP, melakukan investasi untuk perbaikan IT guna memperkuat basis data perpajakan, melakukan kerjasama atau koordinasi kelembagaan dengan kementerian/lembaga untuk penguatan basis data perpajakan dan pengawasan.

Di tahun berikutnya, Pemerintah akan melanjutkan pembahasan pada RUU PPh, PPN, dan Bea Meterai. 

“Dengan reformasi perpajakan tersebut maka diharapkan penerimaan perpajakan secara gradual dapat meningkat dan pada akhirnya tax ratio semakin membaik dan relatif seimbang dengan negara-negara lain,†jelas Sri Mulyani. 

Asal tahu saja, rasio penerimaan perpajakan (tax ratio) di 2017 diperkirakan masih dibawah 11 persen. Meski demikian, pemerintah berharap pada tahun 2018, tax ratio dapat mencapai 11-12 persen.