ANALIS : Rekomendasi Hold di Pasar Obligasi dengan Mencermati Sentiment Yang Muncul

foto : istimewa

Pasardana.id - Riset harian Indo Mitra Sekuritas menyebutkan, pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah untuk obligasi bertenor 5 - 10 tahun dengan potensi melemah terbatas. 

Untuk obligasi bertenor 15 - 20 tahun, diperkirakan akan dibuka menguat dengan potensi flat hingga melemah terbatas. 

Pada akhirnya, Fed Rate pun menaikkan tingkat suku bunganya, sehingga menjadi 1 - 1.25%. Fed Rate berusaha mendorong batasannya, meskipun inflasi Amerika yang baru keluar dibawah target dari The Fed itu sendiri yaitu 1.9% (konsesus 2%). 

Namun The Fed melihat bahwa inflasi yang stabil sudah cukup untuk menaikkan Fed Rate, sehingga potensi kenaikkan Fed Rate menjadi 3x, mungkin akan terealisasi tahun ini.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Head of Research Division PT Indo Mitra Sekuritas, yang menarik dari kondisi tersebut adalah, The Fed lebih terfokus kepada pengurangan Neraca yang akan dilakukan tahun ini.

Batas nilai neraca yang akan dilepas dimulai dari US$ 6 milyar perbulan untuk tingkat cicilan pokok obligasi yang dilepaskan tanpa diinvestasikan kembali.

Namun, The Fed sendiri tidak menginformasikan kapan waktunya untuk menjalankan pengurangan neraca ini.

 “Hal ini tentu jelas akan terimplikasi kepada imbal hasil global, khususnya pasar obligasi dalam negeri, meskipun memang dampaknya akan sedikit diredam akan kenaikkan rating oleh S&P kemarin, namun sejauh mana hal ini dapat bertahan?” terang Nico kepada Pasardana.id, di Jakarta, Kamis (15/6/2017). 

Lebih lanjut disampaikan, focus perhatian selanjutnya akan tertuju kepada pertemuan Bank Indonesia hari ini, yang menurut diperkirakan akan tetap mempertahankan BI Repo Rate 4.75%.

 “Namun pandangannya terkait perekonomian saat ini tentu patut kita cermati. Esoknya masih ada hasil pertemuan dari BOJ. Kami merekomendasikan hold hari ini, dengan mencermati sentiment yang muncul,” tandas Nico.