ANALIS MARKET : Hari Ini, IHSG Diprediksi Mixed Cenderung Menguat
Pasardana.id - Kiwoom Sekuritas memperkirakan IHSG diperdagangkan mixed cenderung menguat hari ini. Dalam analisa market yang dilansir dari laman resminya, Jumat (05/5/2017) disebutkan beberapa faktor menjadi katalis dari pergerakan indeks, antara lain;
Dow Jones turun 6.4 poin pada level 20,951.4 dibayangi pergerakan negatif saham sektor energi.
Harga minyak turun dibawah US$ 46 per barrel, berpotensi membatasi peluang penguatan bursa Emerging Market hari ini.
Pelaku pasar menunggu keluarnya data 1Q 2017 GDP yang akan dirilis pagi ini.
“Masih didukung aksi beli investor asing, candlestick IHSG membentuk formasi bullish harami kemarin sehingga mengindikasikan peluang penguatan hari ini," sebut analisa Kiwoom Sekuritas.
Sementara itu, beberapa aksi korporasi yang dilakukan emiten juga perlu dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu;
AKRA - Bisnis penjualan avtur
PT AKR Corporindo (AKRA) berencana ekspansi ke bisnis penjualan avtur ke sejumlah bandara udara di dalam negeri seiring dengan rencana pemerintah menderegulasi tiga aturan industri penerbangan sejak tahun lalu.
Tujuannya untuk meningkatkan investasi dan peran swasta dalam sektor transportasi udara. AKRA sedang memfokuskan rencana ini melalui PT Anugerah Krida Retailindo dan BP Global Investments Limited (Air BP) membentuk perusahaan patungan bernama PT Dirgantara Petroindo Raya pada 28 April 2017.
Perusahaan ini akan mengoperasikan dan memasarkan bahan bakar avtur. Anugerah Krida memiliki 50.1% di perusahaan patungan tersebut dan sisanya 49.9% saham dimiliki oleh Air BP.
BWPT - Belanja modal
PT Eagle High Plantations (BWPT) menganggarkan belanja modal sebesar Rp 400 Miliar pada tahun ini. Sebagian besar dana belanja modal akan dialokasikan untuk membangun pabrik baru.
Selain itu, perseroan juga akan mulai mengoperasikan pabrik kelapa sawit di Kabupaten Keerom (Papua) pada tahun 2018 sehingga pada tahun 2018 produksi minyak kelapa sawit sebesar 2.85 juta ton tandan buah segar.
Pabrik baru tersebut berkapasitas 45 ton TBS per jam atau sebesar 270 ribu ton per tahun dan merupakan pabrik kesembilan.
INDF - Rencana emisi obligasi
PT Indofood Sukses Makmur (INDF) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 2 Triliun dengan tenor 5 tahun. Pefindo memberi peringkat idAA+ terhadap rencana emisi obligasi INDF. Seluruh dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk pelunasan utang obligasi yang jatuh tempo.
Masa penawaran awal berlangsung 5-15 Mei dengan perkiraan mendapat pernyataan efektif pada 19 Mei. Apabila berjalan sesuai rencana obligasi tersebut dicatatkan pada 29 Mei 2017.
MAPI - Tambah 200 gerai baru
PT Mitra Adiperkasa (MAPI) berencana membuka sekitar 200 gerai tahun ini termasuk brand Inditex seperti Zara, Massimo Duti dan Pull&Bear di Vietnam. Saat ini, MAPI mengoperasikan 1,898 gerai ritel di 69 kota di Indonesia dan MAPI merambah pasar Vietnam melalui brand Zara. Hingga 1Q 2017, segmen sport dan fashion memberikan kontribusi 69% dari total penjualan. Bisnis F&B berkontribusi 14% dari penjualan.
PGAS - Belanja modal
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) mengalokasikan dana belanja modal tahun ini senilai US$ 500 Juta. Perseroan mengalokasikan sebagian besar belanja modal untuk anak usahanya PT Saka Energi Indonesia sebesar US$ 300 Juta dan sisanya akan digunakan untuk kebutuhan operasional perseroan.
Sementara itu, Perseroan akan menggunakan 45% dari laba bersih tahun lalu, atau sebesar Rp 1.8 Triliun sebagai deviden.

