Kondisi Sospol Memanas, Pengusaha Batalkan Repatriasi Harta

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Wakil Ketua Industri Keuangan Non Bank Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sidhi Widyapratama mengungkapkan, sebagian pengusaha memutuskan tidak jadi membawa pulang hartanya ke Indonesia atau repatriasi melalui program tax amnesty.

Penyebabnya, kondisi sosiopolitik di Indonesia yang tengah berdinamika.

“Pengusaha banyak wait and see. Bahkan banyak yang menyesal telah repatriasi," kata Sidhi di Jakarta, baru-baru ini.

Padahal, diakuinya, Apindo sudah mengimbau para pengusaha yang mau merepatriasi harta untuk segara merealisasikan komitmennya.

“Namun mereka berpikir ulang. Sebagian dari mereka mengkonversi menjadi deklarasi," sambung Sidhi.

Direktur Eksekutif Center of Indonesian Tax Analysis (CITA), Yustinus Prastowo juga mengakui, minimnya repatriasi berkaitan dengan gonjang-ganjing politik di Tanah Air.

Menurutnya, pada periode September hingga Desember ada sejumlah pengusaha yang mengubah rencananya untuk repatriasi harta.

Ditambahkan, suhu panas politik juga bisa menekan investment rating Indonesia. Terlebih, apa yang terjadi di Tanah Air saat ini sudah mendapatkan perhatian kalangan internasional. Khususnya soal pasal-pasal yang sifatnya uncertain.

“Di Indonesia, orang yang punya jabatan dan power saja bisa kena ketidakpastian (dalam pasal-pasal tertentu), Bagaimana investor? Pesan ini akan mempengaruhi bisnis, repatriasi dan lain-lain akan terganggu, jelas terganggu," tandasnya.