Naik Tak Wajar, BGTG dan BBHI Masuk Pengawasan BEI

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati perkembangan pola transaksi saham PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) dan PT Bank Ganesha Tbk (BGTG). Hal itu karena telah terjadi peningkatan harga serta aktivitas kedua saham tersebut di luar kebiasaan atau UMA (Unusual Market Activity).

Menurut Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy bahwa dengan status UMA itu, maka para investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

"Kami minta investor juga mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasi," ujar Irvan dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (26/4/2017).

"Dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi," sambung Irvan.

Sedangkan kepada manajemen BGTG dan BBHI diharapkan untuk mengkaji kembali rencana corporate action apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Namun, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Untuk diketahui, BBHI naik tajam sejak tanggal 21 April  2017, dibuka pada level 88 dan ditutup pada level 147. Bahkan, saham emiten bank yang diberitakan akan diakusisi oleh BBCA ini sempat menyentuh level 157 pada perdagangan kemarin.

Sementara itu, BGTG mengalami kenaikan tajam sejak tanggal 21 April  2017, dengan dibuka pada level 105 dan ditutup pada level 140. Bahkan saham bank itu sempat menyentuh level 195 pada sesi I perdagangan hari ini.