Bank CIMB Niaga Genjot Bisnis UKM di Kantor Cabang

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berharap pertumbuhan bisnis diperoleh dari sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Jadi, strategi bisnis difokuskan pada sektor ini.

“Kami harap growth (pertumbuhan) di sana lebih meningkat lagi pada sektor SME (Small Medium Enterprise/SME (Usaha Kecil dan Menengah)," kata Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk di Jakarta, kemarin.

Pengembangan bisnis bagi kelas menengah ingin dilakukan seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI). Langkah ini ditempuh dengan pengembangan kantor cabang lebih besar dari sekarang.

Layanan kantor cabang juga akan dimaksimalkan Bank CIMB Niaga secara digital. Pasalnya, sebanyak 95% - 98% layanan perbankan diprediksi berbasis digital pada masa depan.

Adapun Bank CIMB Niaga kini resmi masuk dalam jajaran Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4 bermodal inti di atas Rp 30 triliun.

Bank berkode emiten BNGA ini memposisikan diri sebagai bank papan atas sejajar dengan empat bank lain, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

"Kami bersukur sekaligus berterima kasih kepada seluruh pemegang saham atas dukungan dan kepercayaan sehingga CIMB niaga berhasil masuk ke BUKU 4," ujar Tigor.

Setidaknya, per Desember 2016, tercatat modal inti CIMB Niaga mencapai Rp 31,26 triliun.

Seiring dengan pencapaian tersebut, lanjut Tigor, perseroan juga akan terus berinovasi mengembangkan produk dan kualitas layanan perbankan guna memenuhi kebutuhan nasabah. Komitmen ini dijalankan sebagai bentuk loyalitas perseroan terhadap nasabah yang diyakini merupakan aset terbesar yang dimilikinya.