ANALIS : Indeks Bursa Asia Diprediksi Naik, Rupiah Cenderung Melemah

foto : istimewa

Pasardana.id - Chief Economist and Head of Research Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih menyebutkan, hampir semua indeks di bursa Asia pada pagi ini tercatat positif.

“Kondisi ini mengindikasikan indeks di bursa Asia akan naik ditambah dengan sentimen kenaikan indeks di bursa global semalam," terang Lana, dalam paparan riset hariannya seperti dilansir Pasardana.id, dari laman resmi Samuel Aset Manajemen, Jumat (21/4/2017).

Sementara itu, lanjut dia, mata uang Asia utama pagi ini dibuka mixed terhadap USDolar, dan kemungkinan rupiah akan cenderung melemah menuju kisaran antara Rp.13.325 s.d Rp.13.335 per USD.

Beberapa faktor, terang Lana, bakal menjadi sentimen yang perlu dicermati para investor diperdagangan hari ini. Antara lain, BI memutuskan suku bunga acuan 7DRR bertahan di 4,75%, deposit facility tetap di 4% dan lending facility tetap di 5,5%.

“Keputusan BI ini dengan mempertimbangkan risiko global dan domestik," ujar Lana.

Dari domestik, lanjut dia, terutama karena masih berlanjutnya konsolidasi korporasi dan perbankan yang menyebabkan belum optimalnya dampak stimulus perekonomian.

“Kami perkirakan BI akan menaikkan suku bunganya pada semester ke-2 tahun ini dengan pertimbangan rencana The Fed turunkan posisi neracanya," ujar Lana.

Adapun The Fed mensosialisasikan rencana penurunan neracanya dengan pelaku pasar terutama pasar obligasi. Bahkan The Fed New York juga melakukan survey untuk mengukur ekspektasi pelaku pasar mengenai besaran normalisasi yang diperkirakan. 

“Dalam notulensi pertemuan Maret 2017 lalu, The Fed mensinyalkan akan melakukan normalisasi ini secara bertahap dan terukur yang akan dilakukan disekitar akhir tahun ini," tandas Lana.