2019, PPRO Dirikan Anak Usaha Perhotelan dan Bangunan Komersial

foto : istimewa

Pasardana.id - PT PP Properti Tbk (PPRO) akan terus mengembangkan lini usaha perhotelan dan Bangunan Komersial (Hospitality). Bahkan untuk lebih memberi ruang gerak kepada direktorat perhotelan dan Bangunan Komersial akan dibentuk badan usaha tersendiri atau spin-off pada tahun 2019.

Direktur Teknik dan Operasi PPRO, Galih Saksono menyatakan, proses pendirian anak usaha yang bergerak di perhotelan dan bangunan komersial tersebut, masih dalam tahap kajian.

“Rencananya masih tahun 2019, dan rencana itu untuk mendorong direktorat itu lebih berkinerja,†terang Galih, di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Ia menjelaskan, bisnis perhotelan dan bangunan komersial diharapkan dapat menyumbang 15% dari total pendapatan PPRO. Sementara saat ini, masih pada angka 6,3%.

“Tahun ini masih 6,3%, tahun depan diharapkan mencapai 7% dan tahun 2021 mencapai 15%,†terang dia.

Sementara dari sisi aset, tutur Galih, pada tahun 2019, PPRO telah memiliki lima hotel dan lima bangunan komersial.

“Lima hotel bernilai sekitar Rp700 miliar dan lima bangunan komersial sekitar Rp1 triliun, sehingga Direktorat Hospitality memiliki aset senilai sekitar Rp2 triliun,†terang dia.

Untuk diketahui, PPRO tengah berencana membangun hotel bintang empat di Labuhan Bajo, Flores diatas tanah 8000 Meter persegi dan Mataram, Lombok diatas tanah 6000 meter persegi.  Untuk kedua hotel itu, perseroan akan menggelontorkan belanja modal Rp200 miliar.

“Untuk di Lombok akan mengeluarkan dana sebesar Rp160 miliar dan Rp40 miliar untuk Labuhan Bajo, karena bekerjasama dengan salah satu BUMN dengan share kami hanya 10%,†terang Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat.