PPRO dan BIJB Bakal Kembangkan Kota Bandar Udara Kertajati

foto : istimewa

Pasardana.id - PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT BIJB Aerocity Development (PT BIJB AD), anak perusahaan dari PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) akan membentuk usaha patungan yang akan mengembangkan kawasan bisnis di kawasan Bandar Udara Kertajati, Jawa Barat.

Direktur Utama PP Properti,Taufik Hidayat mengatakan, perusahaan patungan tersebut akan mengembangkan Business Park 1 dengan luas lahan sekitar 300 ha yang memakai konsep mixed use yang terdiri dari hotel, apartemen, serta kantor.

“Proyek ini merupakan rencana jangka panjang PPRO sebagai pengembang properti yang memiliki keahlian dalam pengembangan produk mixed use. Hal ini juga akan menopang pendapatan dan laba perusahaan dalam jangka panjang,†tutur Taufik dalam siaran pers, Minggu (26/3/2017)

Sementara itu, Direktur PT BIJB Aerocity Development Alfiansyah menyatakan, kerjasama ini merupakan satu langkah strategis bagi PT BIJB AD, dengan pengalaman PPRO di bidang property.

“Kita optimis kerjasama pengembangan kawasan Kertajati Aerocity ini akan berjalan baik & saling menguntungkan,†ujar dia.

Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra menambahkan, dengan segera beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat, diharapkan Aerocity juga mulai dikembangkan dan memberikan kontribusi positif bagi Majalengka dan Jawa Barat.

Adapun PT BIJB merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Perda No. 22 Tahun 2013 dan kemudian didirikan pada 24 November 2014.

BUMD ini bertanggung jawab untuk pembangunan sisi darat serta pengembangan dan pengoperasian Bandara Internasional Jawa Barat, juga mengembangkan kawasan Aerocity yang terintegrasi dengan Bandara untuk mengembangkan perekonomian di sekitarnya.

Asal tahu saja, konsep Kawasan Aerocity merupakan yang pertama di Indonesia. Kawasan Aerocity akan mengintegrasikan perencanaan kota, perencanaan bisnis, dan struktur transportasi.

Rencana aksi pengembangan kawasan itu telah disusun oleh PT BIJB Aerocity Development. Kemudian PT BIJB Aerocity Development akan mencari rekan yang strategis untuk mengembangkan Kota Bandar Udara dengan konsep Compact Mixed Use.

Dari sisi proses kepatuhan hukum, izin prinsip ditargetkan akan selesai pada kuartal 1 tahun 2017 dan selanjutnya pemilihan rekan diharapkan terlaksana pada kuartal II tahun 2017. Adapun, akuisisi lahan fase 1 akan selesai pada tahun 2019.

“Kami meyakini kerja sama ini akan berdampak positif bagi kinerja PPRO yang diharapkan tumbuh positif secara berkelanjutan,†pungkas Taufik.