Black Friday Dongkrak Penjualan Ritel di Inggris

foto: istimewa

Pasardana.id - Black Friday yang merupakan hari belanja setelah thanksgiving telah mendongkrak penjualan ritel di Inggris sebesar 1,6 persen pada bulan November dari setahun yang sebelumnya.

Office for National Statistics (ONS) pada Kamis (14/12/2017) menyatakan para peritel melaporkan peningkatan signifikan penjualan peralatan elektronik dan rumah tangga. Namun di sisi lain, Black Friday juga membuat penjulan menjadi menyimpang dari kondisi normal sehingga dapat menciptakan tantangan baru bagi para peritel.

Menurut ONS lebih lanjut, jumlah makanan yang dibeli November turun 0,1 persen bila dibanding bulan yang sama tahun lalu. Namun jumlah dana yang dibelanjakan naik 3,5 persen, merefleksikan peningkatan harga makanan yang berkontribusi terhadap peningkatan inflasi yang mencapai 3,1 persen, tingkat inflasi tertinggi dalam enam tahun terakhir.

DI sisi penjualan di luar makanan, penjualan pakaian dan alas kaki rebound dari penurunan pada Oktober hingga meningkat 2,3 persen pada November dari setahun sebelumnya. Akan tetapi penjualan department store melorot 0,9 persen.

"Analisis belanja konsumen jelang Natal akan lebih sulit dilakukan para peritel karena mereka harus memperhitungkan daya beli konsumen, peningkatan inflasi, dan penurunang tingkat upah," kata Alex Marsh, direktur Close Brothers Retail Finance, seperti dikutip BBC News.

Black Friday di Inggris merupakan bentuk adaptasi dari hari belanja yang berlangsung di Amerika Serikat. Tahun ini Black Friday telah berlangsung pada 24 November lalu.