Resmi Diperdagangkan, ZINC Hanya Ditransaksikan 4 Lot

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) resmi tercatat pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini.

Dari pantauan Pasardana.id, ZINC pada saat pembukaan perdagangan mengalami kenaikan 98 point atau 70% ke level 238 dengan nilai transaksi Rp95. 200 dan volume transaksi 4 lot.

Emiten ke 27 tahun ini tersebut, berhasil menggalang dana Rp77 miliar dari aksi melepas 550 juta saham baru dengan harga penawaran Rp 140 per saham.

Direktur Utama PT Kapuas Prima Coal Tbk, Harjanto Widjaja berharap, dengan menjadi perusahaan terbuka, maka perseroan akan mendapatkan akses keuangan lebih luas, lebih transparan, akuntable, professional dan menjalankan ketentuan tata kelola perusahaan yang baik.

“IPO ini merupakan komitmen kami sebagai upaya akselerasi pertumbuhan usaha yang berkesinambungan," ujar Harjanto di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Ditambahkan, 80% dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja, antara lain; dialokasikan bagi eksplorasi dan pembangunan infrastruktur.

“Sedangkan sisanya untuk modal kerja," ujar dia.

Untuk diketahui, dari jumlah 550 juta saham yang dilepas, sebanyak 500 juta saham atau setara Rp 70 miliar merupakan saham baru dalam pelaksanaan konversi mandatory convertible bond (MCB) alias obligasi wajib konversi (OWK).

Ada dua pihak yang menjadi pembeli obligasi tersebut, yakni PT Jaya Baya Abadi dan PT Anggun Cakrawala Lestari. Perjanjian penerbitan OWK itu telah ditandatangani semua pihak pada 15 Mei lalu.

Adapun porsi OWK untuk Jaya Baya Abadi dan Anggun Cakrawala Lestari sama, yakni masing-masing senilai Rp 35 miliar atau setara 250 juta saham untuk masing-masing pihak.

Sementara itu, Jaya Baya Abadi dan Anggun Cakrawala Lestari masing-masing bakal menjadi pemegang 4,95% saham Kapuas Prima Coal. Dengan demikian, jika ditambah dengan sisa 50 juta saham yang ditawarkan ke publik, maka persentase kepemilikan masyarakat akan menjadi 20,79% setelah IPO.