MARKET REVIEW Selasa (3/1/2017)

foto : istimewa

Pasardana.id - Dalam paparan risetnya yang diterima Pasardana.id, di Jakarta, Selasa, 03 Januari 2017, Research & Analyst PT Corfina Capital, Putu Wahyu Suryawan menyoroti beberapa faktor yang diprediksi dapat mempengaruhi pola perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia pada hari ini.

Beberapa faktor yang dimaksud, terangkum dalam market review berikut ini;

Wall Street Review

Bursa Wall Street ditutup mengalami penurunan pada perdagangan akhir tahun 2016. Dow Jones tercatat melemah -0.29% pada level 19,762.60, S&P 500 tercatat melemah -0.46% pada level 2,238.83 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -0.90% pada level 5,383.12.

EIDO yang merupakan Indeks Benchmark saham - saham Indonesia mengalami pelemahan sebesar -1.31% pada level 24.13.

Pelemahan terjadi dipimpin oleh saham - saham berbasis teknologi dan seluruh indeks cenderung melanjutkan pelemahan dari hari perdagangan sebelumnya. Investor cenderung terlihat merealisasikan keuntungan sebelum libur panjang akhir tahun 2016.

Walaupun terjadi koreksi pada akhir tahun, namun secara tahun penuh 2016 Bursa Wall Street masih tercatat positif, dimana Dow Jones tercatat +13.42% YTD merupakan bullish terbaik sejak tahun 2013, S&P 500 tercatat +9.54% dan Nasdaq tercatat +7.50%.

Yield obligasi Pemerintah Amerika Serikat dengan term 10 tahun mengalami penurunan pada level 2.45% dan Indeks Dollar Amerika Serikat mengalami penguatan sebesar +0.56% pada level 102.780.

Komoditi

Harga minyak mentah dunia tidak terlalu bergerak banyak pada awal perdagangan tahun 2017, dimana minyak WTI hanya melemah sebesar -0.09% pada level 53.72 USD/barel dan minyak Brent stagnan pada level 56.82 USD/barel.

Harga Emas mengalami peningkatan sebesar +0.25% pada level 1,150.33, harga batu bara untuk kontrak bulan Januari 2017 tetap pada level 94.70 USD/metric tonnes.

Untuk harga CPO berdasarkan MPOC tercatat mengalami penurunan -0.77% pada level 3,106 RM/metric tonnes. Harga tembaga mengalami penguatan +0.32% pada level 251.35 USD/lb.

Pada 31 Desember 2016, Baker Hughes mencatat adanya peningkatan pengeboran minyak mentah menjadi 525 pada bulan Desember, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 523, angka tersebut diperkirakan akan menambah cadangan minyak mentah Amerika Serikat dan selanjutnya akan berdampak pada koreksi harga minyak mentah dunia.

Eropa

Dari Eropa, Bursa Saham Eropa yang diwakili oleh The Euro Stoxx 50 index mengalami kenaikan sebesar +0.55% pada level 3,308.67, dengan pasar U.K dan Swiss masih ditutup karena hari libur.

Kenaikan terjadi setelah data manufaktur Italia mengalami peningkatan pada bulan Desember menjadi 53.2, lebih tinggi dari bulan November yang tercatat sebesar 52.2.

Indonesia Market

Dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengawasi dan memastikan bahwa tidak akan lagi transaksi terkait tax amnesty di JPMorgan Chase Bank NA.

Langkah ini diambil menyusul keputusan pemerintah melalui Kementerian Keuangan Nomor S-1006/MK.08/2016 tanggal 17 November 2016 yang memutuskan untuk mengeluarkan JP Morgan sebagai salah satu bank persepsi tax amnesty mulai 1 Januari 2017 ini.

Pemutusan terjadi disegala bidang terkait JP Morgan dalam risetnya melakukan downgrade rating atas Indonesia dan Brazil.

Menurut argumen JPMorgan ,dengan imbal hasil obligasi Amerika Serikat lebih baik bisa membalikkan aliran modal dan membuat premi risiko negara berkembang meningkat.

Sidang keempat kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan diselenggarakan di Hall D Audiotorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1) pagi. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan mengatakan, ada 2.500 personel kepolisian yang disiagakan. Personel tersebut merupakan gabungan dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Pengamanan terbagi dalam 4 ring.

Pada Jumat, 30 Desember 2016 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan tipis -5.855 poin atau -0.110% pada level 5,296.711. Pelemahan terjadi dan hanya merupakan aksi profit taking pada penutupan akhir tahun 2016, dengan Investor Asing masih mencatatkan net buy sebesar 97.9 Milyar.

Pelemahan bersifat wajar karena IHSG telah mengalami penguatan secara signifikan berturut - turut dalam 3 hari perdagangan.

Hingga akhir tahun 2016, IHSG mengalami penguatan sebesar 15.32% YTD, Indeks LQ 45 tercatat menguat 11.69% YTD dan Investor asing mencatatkan net buy sepanjang tahun 2016 sebesar 16.17 Triliun.

Dengan adanya beberapa sentiment yang cenderung negative pada awal perdagangan 2017, dari segi politik dan sentiment ekonomi, dimana JP Morgan melakukan downgrade untuk kondisi perekonomian Indonesia dan juga sidang perkara penodaan agama yang akan digelar pada hari ini, maka diperkirakan IHSG akan mengalami koreksi pada hari ini yang membuka perdagangan awal tahun 2017.

Koreksi akan menjustifikasi kenaikan signifikan yang terjadi pada akhir pekan bulan Desember 2016. IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,230 - 5,330.