BUKU I dan BUKU II Diprediksi Kekeringan Likuiditas

foto : istimewa

Pasardana.id - Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I dan BUKU II harus memperhatikan tingkat likuiditas pada tiga tahun ke depan. Karena, mereka tidak memperoleh dana repatriasi dari program amnesti pajak lantaran tidak ditunjuk pemerintah sebagai bank persepsi.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Banyak bank ini mengalami kekeringan likuiditas,ââÅ¡¬ kata Pengamat Perbankan Aviliani di Jakarta, kemarin.

Kondisi ini akan berakibat persaingan antarbank untuk mencapai tingkat likuiditas dari dana yang ada di pasar.

Asal tahu saja, Pemerintah hanya menunjuk BUKU III dan BUKU IV sebagai bank persepsi. Mereka adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank Danamon, Bank Permata, Maybank, Bank Panin, dan Bank CIMB Niaga.

Kemudian, Bank UOB, Citibank, Bank DBS, Standard Chartered Bank, Deutsche Bank, dan Bank Mega. Selanjutnya, Bank Jawa Barat dan Banten (BJB), Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri (BSM).

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…BUKU IV yang paling diuntungkan karena dapat dana tax amnesty,ââÅ¡¬ ujarnya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) membagi empat kategori bank dari sisi permodalan. BUKU I adalah bank yang mempunyai modal umum Rp100 juta - Rp1 triliun. Untuk bank yang memiliki modal umum Rp1 triliun - Rp5 triliun dikategorikan BUKU II.

BUKU III adalah bank memiliki modal umum kurang dari Rp30 triliun antara lain sebagian Bank Pembangunan Daerah (BPD) seperti Bank Jawa Banten (BJB)  dan modal umum Rp40 triliun ke atas dikategorikan sebagai BUKU IV seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Central Asia (BCA).

Pada sisi lain dana repatriasi yang dikumpulkan bank-bank tersebut hanya mencapai 14% atau Rp141 triliun sampai akhir 2016. Angka ini di bawah target pemerintah sebesar Rp1.000 triliun sampai 31 Maret 2017.

Untuk harta yang dilaporkan dicapai Rp4.296 trilium dan deklarasi harta dalam negeri Rp3.143 triliun, deklarasi luar negeri Rp1.013 triliun, repatriasi Rp 141 triliun, dan dana tebusan sebesar Rp103,3 triliun. Total deklarasi ini melebihi targert dari Rp4.000 triliun

Jumlah deklarasi dalam dan luar negeri, yang mencapai Rp 4.156 triliun, melampaui target pemerintah yang sebesar Rp 4.000 triliun.

Hingga akhir 2016, jumlah dana tebusan dari program pengampunan pajak mencapai Rp 103,3 triliun.