BMRI Bidik Kredit Ketenagalistrikan Tumbuh 18% Tahun Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Hingga Akhir 2016, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah menyalurkan kredit pada ketenagalistrikan, baik secara bilateral maupun sindikasi, sebesar Rp25,5 triliun atau 3,6% dari total keseluruhan portofolio kredit.

Sekretaris Perusahaan BMRI, Rohan Hafas mengatakan, dukungan pembiayaan tersebut merupakan salah satu upaya perseroan dalam mendukung program pembangunan infrastruktur dasar sekaligus mendorong pembangunan dan pemerataan ekonomi di berbagai wilayah Tanah Air.

"Kami menyadari kebutuhan investasi untuk pengembangan sektor kelistrikan sangat besar, baik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun Independent Power Producer (IPP)," kata Rohan dalam siaran pers, Selasa (24/1/2017).

Jumlah tersebut, lanjut Rohan, termasuk penyaluran pembiayaan yang dilakukan perseroan ke program pembangunan pembangkit listrik 35.000 Megawatt, yang diperkirakan membutuhkan investasi per tahun mencapai Rp225 triliun selama periode 2015 - 2019.

Salah satu pembiayaan yang dilakukan adalah penyaluran kredit sindikasi senilai total Rp24 triliun untuk belanja modal PT PLN, dimana porsi Bank Mandiri sebesar Rp7,25 triliun.

Di samping itu, Bank Mandiri juga membiayai project PLTU Kalteng-1 (2x100 MW) di Desa Tumbang Kajuei, Kec. Rungun, Kab. Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan PLTU Embalut (2X100 mw) di Desa Tanjung Batu, Kec. Tenggarong Seberang, Kab. Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

"Kami menargetkan pertumbuhan pembiayaan sektor kelistrikan sekitar 18% pada tahun ini, dengan komposisi bilateral dan sindikasi yang akan ditentukan oleh jenis dan kebutuhan proyek yang dibiayai," tandas Rohan.