CAD 2017 Diprediksi Lebih Lebar Dibanding Tahun Lalu

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo memperkirakan, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) di tahun 2017 ini, sebesar 2,4% dari produk domesti bruto (PDB).

Angka ini lebih lebar dibanding perkiraan CAD tahun 2016 yang sebesar 1,8% dari PDB.

Meski demikian, perkiraan itu lebih baik dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 2,5%-2,6% dari PDB.

"Melebarnya defisit tersebut dipengaruhi oleh potensi peningkatan impor pada tahun ini. Hal itu sejalan dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan bank sentral berada di kisaran 5%-5,4%," terang Agus di Jakarta, baru-baru ini.

Dijelaskan, selama ini, tantangan yang dihadapi perekonomian Indonesia adalah neraca pendapatan dan neraca jasa.

"Keduanya, memang menjadi langganan penyumbang defisit transaksi berjalan," ujar Agus.

Menilik data BI lima tahun ke belakang, neraca jasa tahun 2011-2015 selalu mencatat defisit sekitar US$ 8 miliar-US$ 11 miliar. Sementara neraca pendapatan 2011-2015 juga selalu mencatat defisit sekitar US$ 25 miliar-US$ 29 miliar.

Pada tahun 2016, neraca jasa dan neraca pendapatan kembali mencatat defisit.

Agus menyebut, neraca jasa 2016 mencatat defisit sebesar US$ 6 miliar. Sementara neraca pendapatan 2016 mencatat defisit US$ 30 miliar.