Broker Dengan MKBD Lebih Dari Rp250 Miliar Bakal Capai 40

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melonggarkan kriteria saham marjin, sehingga akan ada 179 saham yang dapat ditransaksi melalui fasilitas marjin.

Dengan kriteria baru tersebut, ditenggarai bakal mendorong broker meningkatkan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) hingga diatas Rp250 miliar.

Pasalnya, hanya broker atau anggota bursa (AB) dengan MKBD diatas Rp250 miliar yang dapat menikmati tambahan jumlah saham marjin tersebut.

Menurut Direktur Utama BEI, Tito Sulistio bahwa saat ini hanya 28 AB dengan MKBD diatas Rp250 miliar.

"Kami yakin dengan penambahan saham marjin akan mendorong 12 AB yang MKBD mendekati Rp250 miliar untuk menambah modal," terang dia, di Jakarta, Senin (16/1/2017).

Ia menambahkan, dari 28 AB tersebut, hanya 18 AB yang telah memegang ijin sebagai AB marjin. Namun, lanjut dia, dengan penambahan saham marjin akan mendorong AB untuk mengajukan ijin sebagai AB marjin.

Sementara hingga 28 Desember 2016, nilai outstanding pembiayaan marjin masih relatif kecil, yakni sebesar Rp1,8 triliun. Padahal," outstanding pembiayaan di luar saham-saham marjin yang dilakukan AB mencapai Rp4,3 triliun.

"Dari jumlah tersebut, 77% atau Rp3,3 triliun dilakukan oleh 19 AB dengan MKBD diatas Rp250 miliar," terang dia.

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida mengatakan, pelonggaran kriteria saham marjin itu sejalan dengan program penguatan perusahaan efek (PE).

"Dalam waktu dekat kami juga akan mengatur ulang syarat permodalan perusahaan efek guna penguatan broker," ujar dia.

Namun, dia belum merinci besaran kenaikan modal minimum dan MKBD yang harus dimiliki oleh perusahaan efek. Pasalnya, pihaknya masih mencari cara agar perusahaan efek yang memiliki keterbatasan untuk menambah modal.

"Yang tengah kami pikirkan adalah mendorong mereka (AB) dengan keterbatasan menambah modal untuk merger atau sahamnya dilepas,"  tandas dia.