Sri Mulyani : Ekonomi 2017 Mengandalkan Sektor Konsumsi Rumah Tangga

foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menekankan agar Indonesia tidak mengandalkan sektor ekspor-impor sebagai mesin pertumbuhan ekonomi pada 2017.

"Kalau bicara growth, tidak boleh mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari faktor luar negeri," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta Selatan, Rabu (7/9/16) malam.

Menurut Sri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 masih bisa tumbuh dari sektor konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

"Konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,1 persen pada 2016 diperkirakan masih bisa bertahan pada 2017, atau bahkan bisa tumbuh sedikit lebih besar," jelasnya.

Sementara pertumbuhan PMTB yang tercatat 6,1 persen juga diperkirakan masih tetap bertahan dengan adanya dorongan dari kepercayaan pasar, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih relatif tinggi dibanding negara-negara G20, dan adanya aliran modal yang masuk dari hasil repatriasi program amnesti pajak.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menilai, program amnesti pajak akan memberikan efek positif pada perekonomian melalui masuknya aliran modal dari dana repatriasi. BI memperkirakan dana repatriasi dari program yang berakhir 31 Maret 2017 ini bisa mencapai Rp180 triliun.

"Dana Rp180 triliun ini membuat pertumbuhan kredit yang di tahun 2016 ini mungkin ada di kisaran di bawah 10 persen, di tahun 2017 pertumbuhan kredit itu bisa mencapai 12,7 persen," tandas Agus.