Tender Offer Resmi Ditiadakan Untuk Program Pengampunan Pajak

foto : istimewa

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meniadakan proses tender offer untuk crossing atau transaksi tutup sendiri oleh pelaku program pengampunan pajak. Hal itu tertuang dalam surat edaran OJK yang baru saja dikeluarkan.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad bahwa pihaknya senantiasa menanggapi keluhan para pelaku dan calon pelaku program pengampunan pajak.

"Telah banyak aturan yang kami permudah untuk mensukseskan program pengampunan pajak, terakhir kami mengeluarkan surat edaran yang meniadakan proses tender offer untuk kebutuhan program pengampunan pajak," papar Muliaman di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Ia menjelaskan, peserta pengampunan pajak yang mengakui kepemilikan sahamnya di beberapa nomini sehingga kepemilikannya melebihi 51 persen maka tidak perlu melalui proses tender offer. Namun kepemilikan saham publik beredar atau free float tetap harus diatas 7,5 persen.

Namun, kejadian materiil tersebut harus diungkapkan dalam laporan keuangan tahun berjalan.

"Misalnya satu orang pemegang saham tahu-tahu memiliki saham lebih dari 50 persen karena crossing, itu harus (dilaporkan)," tandas dia.