Kondisi Utang Indonesia Dinilai Masih Aman

foto : istmewa

Pasardana.id - Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan menegaskan bahwa kondisi utang Indonesia masih dalam kategori aman, meski jumlah utang pemerintah hingga semester pertama tahun ini sudah mencapai Rp3.359,8 triliun.

Ia bahkan mengajak untuk melihat sisi relatifitas dari jumlah utang terhadap PDB.

"Selalu saya katakan, lihat relativitasnya. Utang Rp3400 triliun relatif terhadap PDB itu 26,7 persen. Secara nominal, kasat mata memang gede banget. Tapi itu masih aman," kata Robert di Kantor DJPPR Kemenkeu, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Dijelaskan, semua negara memiliki utang untuk menjalankan roda perekonomian. Apabila suatu negara tidak berutang, berarti menahan diri dalam pengeluaran, dan dampaknya ekonomi akan berkontraksi.

Menurutnya, utang masih diperlukan karena kebutuhan yang memang harus dipenuhi sementara penerimaan masih belum mencukupi. Dengan utang tersebut, pemerintah diharapkan melakukan pembelanjaan untuk menghidupkan roda perekonomian.

"Kalau ekonomi tumbuh kan jadi income. Sehingga membayar utang jadi lebih gampang," ujarnya.

Meskipun demikian, Ia mengakui, rasio pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri terhadap penerimaan transaksi berjalan (debt service ratio/DSR) memang mengalami kenaikan.

"Namun hal itu bukan suatu masalah, dan porsi asing di SBN masih di level 39% dari total utang," tandasnya.