Dirjen Pajak Tidak Puas Pencapaian Periode I Tax Amnesty

foto : istimewa

Pasardana.id - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi menilai pelaporan harta dan uang tebusan dari wajib pajak masih minim. Dia pun mengaku belum puas dengan pencapaian periode I program amnesti pajak yang akan segera berakhir, September ini.

"Saya belum puas kalau nilainya sebesar itu. Masih kurang," ujarnya, di Gedung Dhanapala Jakarta, Selasa malam (27/9/2016).

Meskipun demikian, sebagian kalangan menilai, realisasi Tax Amnesty di sisa minggu terakhir periode pertama tercatat cukup memuaskan, dimana sampai hari ini, Rabu (28/9/2016), tercatat uang tebusan mengalami peningkatan sebesar Rp 7.9 Triliun atau meningkat sebesar 17.06% menjadi Rp 54.2 Triliun dari hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 46.3 Triliun atau telah mencapai 32.85% dari target pemerintah yang sebesar Rp 165 Triliun.

Menurut Research & Analyst PT Corfina Capital, Putu Wahyu Suryawan, apabila target sebesar Rp 165 Triliun tersebut dibagi sesuai periode Tax Amnesty yang ada, maka target setiap Periode adalah sebesar Rp 55 Triliun.

"Dan sesuai target tersebut maka pencapaian uang tebusan saat ini sudah mencapai 98.55% dari target Rp 55 Triliun dan harta yang dideklarasikan telah mencapai Rp 2,512 Triliun atau sebesar 62.80% dari target pemerintah yang sebesar Rp 4,000 Triliun," terangnya.

Ditambahkan, untuk Repatriasi hingga saat ini mencapai Rp 128 Triliun atau sebesar 12.80% dari target pemerintah yang sebesar Rp 1,000 Triliun.

"Pencapaian Tax Amnesty diatas telah sesuai dengan ekspektasi pemerintah dan hal ini merupakan sentiment positif bagi perekonomian Indonesia," jelasnya.

"Kami memperkirakan hingga akhir bulan September ini, uang tebusan akan mencapai Rp 60 Triliun, dan apabila hal tersebut tercapai, maka tentunya penerimaan pajak akan lebih positif di sisa tahun 2016," tandas Putu.