Holding BUMN : Menteri BUMN Diminta Benahi Beberapa Sektor Yang Belum Siap

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Hingga saat ini, pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus dipersiapkan. Menteri BUMN pun diminta untuk membenahi beberapa sektor yang belum siap.

Asal tahu saja, rencananya ada enam sektor yang akan dibentuk holding, yaitu; sektor energi, pangan, logistik, keuangan, pertambangan dan infrastruktur.

"Dari enam sektor yang diusulkan,holding BUMN di sektor pangan yang dinilai paling lemah. Tetapi memang konstelasi holding di sektor pangan yang paling belum siap. Padahal itu perlu sekali," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, seusai Rakor Pembentukan Holding BUMN di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (26/9/2016).

Sementara itu, Menteri BUMN, Rini Soemarno menyebutkan, ada enam manfaat pembentukan holding BUMN.

"Pertama, kemandirian keuangan tanpa penambahan PMN. Kedua, membuka lapangan kerja baru. Ketiga, mendorong ketahanan pangan. Keempat, mempercepat penyediaan perumahan rakyat. Kelima, dividen dan pajak pemerintah meningkat dan keenam, infrastruktur efisien dan terintegrasi," paparnya.

Asal tahu saja, demi mempercepat realisasi pembentukan holding BUMN, pemerintah akan merevisi PP No. 44/2005 Tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas.

Revisi PP tersebut, nantinya akan menjadi referensi hukum untuk Peraturan Pemerintah lainnya, untuk masing-masing sektor holding BUMN.