Tax Amnesty : Batas Waktu Periode Pertama Tetap, Syarat Administrasi Diperpanjang Sampai Akhir Tahun

foto : istimewa

Pasardana.id - Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran dalam program amnesti pajak dengan jalan memperpanjang masa administrasi hingga akhir tahun ini.

Meskipun demikian, Juru Bicara Presiden, Johan Budi menegaskan, pelaksanaan program tax amnesty periode pertama, dengan tebusan sebesar dua persen, tetap dilakukan paling lambat akhir September 2016.

"Jadi link-nya sampai September. Misalnya daftar 29 September, tapi kan belum selesai administrasinya. Ya enggak apa-apa. Administrasinya dilengkapi setelah 30 September tapi deklarasinya tetap sebelum akhir September," jelas Johan Budi di Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Dengan demikian, lanjut dia, Pemerintah tak perlu memperpanjang periode pertama pelaksanaan amnesti pajak. Pasalnya, perpanjangan periode program tax amnesty membutuhkan waktu lama untuk merevisi Undang-undang atau menerbitkan Perppu.

Sebelumnya, kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia meminta pemerintah dapat memperpanjang periode pertama program amnesti pajak tanpa perlu menerbitkan peraturan pengganti undang-undang (Perppu).

Pasalnya, jangka waktu tiga bulan dari Juli-September 2016 jauh dari kata cukup untuk mengonsolidasi ribuan aset para pengusaha besar. Apalagi pada Juli lalu, waktunya habis terpakai untuk menggelar sosialisasi, penerbitan aturan pelaksana tax amnesty.

"Tidak gampang konsolidasi perusahaan, di laporan keuangan kan harus balance ketika kita melaporkan aset. Itu baru satu aset, kalau punya ratusan sampai ribuan aset, bagaimana. Ada satu konglomerat punya 1.000 aset," ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani

Asal tahu saja, amnesti pajak tahap pertama dimulai 1 Juli dan berakhir 30 September 2016. Dalam periode ini tarif tebusan pengampunan pajak hanya dua persen.

Selanjutnya masuk tahap dua, yaitu periode 1 Oktober hingga 31 Desember 2016 dengan tarif tebusan pajak sebesar tiga persen, dan periode tiga yaitu 1 Januari 2017 hingga 31 Maret 2017 tarifnya lima persen.