Asuransi Tani Mitigasi Resiko Gagal Panen

foto : istimewa

Pasardana.id-Kementerian Pertanian (Kemtan) berharap produktivitas pertanian dapat ditingkatkan petani dengan mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Bahkan, ini juga bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Petani yang mengasuransikan tanaman padinya akan mencegah ketergantungan mereka terhadap tengkulak,ââÅ¡¬ kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta, kemarin.

AUTP bisa meningkatkan kesejahteraan petani lantaran melindungi dari ancaman risiko seperti perubahan iklim. Dampak perubahan iklim dapat berupa banjir, kekeringan, dan serangan hama.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Asuransi Usaha Tani Padi diharapkan mampu memitigasi risiko agar daya saing usaha petani padi semakin baik,ââÅ¡¬ ujarnya.

Implementasi AUTP dinilai Amran sebagai pelaksanaan Undang Undang (UU) nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Asuransi ini telah diterapkan Kemtan dan Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) secara nasional mulai 13 Oktober 2015.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian Kemtan Sumardjo Gatot Irianto menambahkan ujicoba telah dilakukan pada lima musim tanam dengan luas 3.703,84 hektar.

Pertumbuhan ini mencapai rata-rata sebesar 203,76%. ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Pertumbuhan ini dua kali surplus dan tiga kali minus,ââÅ¡¬ ucapnya.

AUTP membayarkan klaim bagi tanaman padi berumur 10 hari yang rusak 75% lebih. Dari angka ini hanya 75% tanaman padi yang rusak pada setiap petak alami.

Pembayaran ini diberikan sebesar Rp6 juta per hektar per musim tanam. Apabila luas lahan yang diasuransikan kurang atau lebih dari satu hektar, maka ini akan dihitung secara proporsional.  

Sampai Agustus 2016 telah dibayarkan klaim sebesar Rp7,8 miliar. Untuk premi telah disetorkan Rp55,29 miliar bagi 307.217,25 hektar.

Klaim yang diberikan bagi petani mencapai Rp21,7 miliar sepanjang 2015 untuk 233.499,55 hektar dengan premi sebesar Rp42.029 miliar.

Untuk pembayaran premi juga dilakukan secara proposional dari hitungan sebesar Rp180.000 per hektar bagi luas lahan kurang atau lebih dari satu hektar  Dari premi diberikan Kemtan subsidi sebesar 80% dari angka ini menjadi Rp36.000 per petani. 

AUTP telah diikuti satu juta petani di 22 provinsi dan sebanyak 500.000 hektar diberikan subsidi premi.