KUR Akan Disalurkan Koperasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id  - Kementerian Perekonomian merevisi Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian nomor 13 Tahun 2015 tentang pedoman pelaksanaan KUR. Aturan ini menyebutkan koperasi bisa sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Namun, sejumlah hal dipersyaratan untuk keperluan tersebut. Koperasi akan diperlakukan seperti lembaga keuangan bank.

"Kemenkop UKM harus memiliki ukuran jelas mengenai tingkat kesehatan koperasi calon penyalur KUR," kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dijelaskan, bank bisa sebagai penyalur KUR asal memiliki non performing loan/NPL (rasio kredit bermasalah) sebesar kurang dari lima persen. Jadi, kredit yang disalurkan bakal lancar pengembaliannnya.

Ketentuan ini juga diterapkan bagi koperasi yang mau menyalurkan KUR. Dengan begitu uang ini dapat dikembalikan ke negara.

Penyaluran KUR oleh koperasi, ucap Darmin, akan diawasi sebuah direktorat jenderal (Ditjen) khusus Kemenkop dan UKM, 

Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga menambahkan, suku bunga kredit yang diterapkan koperasi juga sama dengan bank. Angka ini sebesar 5%.

"Selama ini koperasi menyalurkan KUR dengan cara linkage dengan bank, tetapi sekarang koperasi sudah bisa menyalurkan langsung," jelasnya.

Namun, KUR juga bisa disalurkan dengan pola syariah dengan mengubah bunga menjadi subsidi bunga atau marjin.

Persyaratan lain yang wajib dipenuhi koperasi sebagai penyalur KUR adalah sistem informasi kredit program (SIKP) harus dimiliki koperasi penyalur KUR. Hal lainnya adalah sistem daring dengan perusahaan penjamin.

"Penyaluran KUR hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan rapat anggota dan disalurkan kepada anggota koperasi saja," jelasnya. 

Sementara itu, Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memutuskan satu koperasi sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat. Koperasi ini merupakan satu dari tujuh yang direkomendasikan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Nama koperasi yang dimaksud tidak disebutkan Darmin dan Puspayoga. Namun, Deputi Pembiayaan Kemenkop UKM, Braman menyebutkan, sebanyak 15 koperasi yang mengajukan diri sebagai penyalur KUR.

Dari jumlah itu, cuma Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa dinilai paling siap.

"Kospin Jasa dinilai sudah memenuhi syarat dari segi kesehatan koperasi dan infrastruktur teknologi informasi," jelasnya.

Puspayoga berharap tahun depan banyak koperasi yang bisa direstui sebagai penyalur KUR. Kementeriannya hanya merekomendasikan nama-nama koperasi yang berminat sebagai agen tersebut.

"Mudah-mudahan tahun depan bisa banyak," tandasnya.