Tarif Pajak UMKM Tetap

foto : istimewa

Pasardana.id - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menyadari program pengampunan pajak belum dipahami banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kejadian ini akan diatasi dengan pemberian kemudahan untuk mengikuti program pengampunan pajak.

"Kami lagi usahakan," kata Direktur Penyuluhan, Pelayananm dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama di Jakarta, baru-baru ini.

Pelaku UMKM juga diberikan kesempatan mengikuti program pengampunan pajak dengan tarif tebusan Rp10 miliar sebesar 0,5% sampai 31 Maret 2017. Apabila angka ini mencapai Rp10 miliar lebih dikenakan sebesar 2% hingga waktu yang sama.

Yoga mengemukakan program pengampunan pajak tidak perlu dilakukan UMKM secara tergesa-gesa. Karena, waktu ini masih panjang.

"Tarif tebusannya flat atau tetap sampai berahirnya tax amnesty," ucapnya.

Namun, pemberlakukan ini berakibat uang tebusan dari wajib pajak (WP) orang pribadi UMKM dicapai sebesar Rp419 miliar. WP badan UMKM sebesar Rp15,4 miliar.

Ditjen Pajak juga memilih pengejaran WP besar pada periode awal program pengampunan pajak di kota-kota besar Indonesia. Hal ini diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kalau UMKM kita akan sosialisasikan setelah yang besar-besar. Pemahaman mereka masih belum banyak soal tax amnesty," jelasnya.

Apalagi formulir khusus untuk WP UMKM baru akan dicetak. Langkah ini diharapkan mereka melaporkan hartanya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) secara mudah.

"Mereka diharapkan mau ikut dan selesaikan masalah perpajakan mereka selama ini yang tidak selesai," ucapnya.

Namun, Yoga belum mengetahui kapan formulir khusus pelaporan harta WP UMKM bisa terdapat di KPP. Ditjen sedang membuat formulir tersebut.

"Tunggu saja nanti," tandasnya.