Kospi Catatkan Level Penutupan Tertinggi Tahun Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea meningkat 13,18 poin, atau sekitar 0,65 persen, dari sesi sebelumnya pada Senin (8/8/2016), menjadi 2.031,12. Level penutupan tersebut merupakan level penutupan tertinggi untuk tahun 2016 ini.

Volume perdagangan hanya 266 juta saham senilai 4,09 triliun won, atau sekitar US$3,68 miliar, dengan jumlah saham yang naik dengan yang turun adalah 420 berbanding 387.

Sentimen pasar menjadi positif setelah Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat pada akhir pekan lalu merilis data yang menunjukkan sebanyak 255.000 lapangan kerja baru tercipta di Negeri Paman Sam bulan lalu, jauh lebih banyak dari perkiraan sebelumnya yang hanya 180.000. Tingkat pengangguran tak berubah dari 4,9 persen.

Data tersebut menunjukkan kinerja perekonomian AS yang baik, menghilangkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam yang tentunya akan berpengaruh global.

Selain berdampak pada pasar saham, kabar baik dari Amerika juga membawa won Korea menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar won terhadap dolar AS mencapai 1.108,3 won per dolar AS, naik 2,1 won dari sesi sebelumnya.

Namun positifnya perekonomian AS memunculkan kekhawatiran baru, akan kemungkinan naiknya tingkat suku bunga Federal Reserve AS.

"Dengan membaiknaya indikator ekonomi AS, membesarnya kemungkinan naiknya tingkat suku bunga bank sentral AS pada September dapat berpengaruh terhadap pasar saham dalam sesi-sesi selanjutnya," ungkap Cho Byung-hyun, analis pasar Yuanta Securities kepada Yonhap News.

Selain itu, menurut Byung-hyun, sentimen pasar juga terpengaruh kenyataan bahwa Tiongkok, negara tujuan ekspor utama Korea Selatan, melaporkan penurunan tingkat ekspor dan impor pada Juli.

Investor asing pada hari ini melakukan pembelian saham senilai 79,6 miliar won. Saham Samsung Electronics naik 0,51 persen, saham AmorePacific menguat 4,55 persen, sedangkan saham Hyundai Motor dan Kia Motors berakhir datar.

Saham POSCO anjlok 3,30 persen setelah Departemen Perdagangan AS menyebutkan akan meningkatkan pengenaan pajak terhadap kiriman baja dari perusahaan produsen baja nomer satu Korsel tersebut akhir pekan lalu.

Lembaga pemeringkat kredit global Standard & Poors telah menaikkan rating kredit Korsel satu tingkat menjadi AA dari AA- pada Senin, dengan alasan stabilnya pertumbuhan ekonomi Negeri Ginseng dan fleksibelnya kebijakan fiskal dan moneter yang diberlakukan oleh pemerintah setempat.