Tengah Dikaji Harga Saham Dapat Dibawah Rp50

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja memberlakukan lima fraksi harga saham sejak awal Mei 2016. Namun, kedepan bakal terdapat perubahan fraksi baru, hal itu sejalan dengan rencana operator pasar modal untuk menurunkan harga saham minimal Rp50 di pasar reguler.

Menurut Direktur Pengawasan Transaksi dan Perdagangan BEI, Hamdi Hassyarbaini bahwa pihaknya tengah mengkaji untuk menurunkan minimal harga saham dari Rp50 per lembar saham.

"Kajian ini masih di internal BEI, diharapkan dalam waktu dekat selesai," ungkap dia di gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Ia menjelaskan, dengan peraturan pembatasan minimal harga saham Rp50 menjadikan perdagangan saham seperti ada pengaturan.

"Padahal dalam dunia pasar setiap perubahan harga di lepas kepada mekanisme pasar dan tanpa intervensi," ulas dia.

Namun, lanjut dia, dalam kajian tersebut masih menimbang-nimbang apakah dengan pelepasan harga di bawah tersebut dapat menekan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).

"Kemungkinan ada pengaruh ke IHSG, namun kecil," terang dia.

Sementara bagi investor, sambung dia, dilepasnya harga minimal saham tersebut akan memberikan harga yang sesuai dengan kondisi fundamental emiten yang bersangkutan. Pasalnya selama ini banyak perusahaan merugi dan kondisi industrinya tengah melambat namun harga sahamnya tetap Rp50.

Walau harga saham dibawah Rp50, Hamdi berpendapat tidak bakal menyentuh Rp0 perlembar saham sebab perusahaan tersebut tetap memiliki nilai.

"Tidak mungkin Rp0 sebab perusahaan punya nilai juga," terang dia.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida menyatakan, pihaknya meminta BEI untuk melakukan kajian secara mendalam.

"Kita lihat dulu hasil kajiannya apakah itu diperlukan," ujar dia.