Sentimen Pelemahan Harga Minyak Mentah Dunia Bakal Hantui Pergerakan IHSG

foto : istimewa

Pasardana.id - Pada pagi hari ini, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh beberapa sentiment, terutama pelemahan harga minyak mentah dunia.

Asal tahu saja, pada perdagangan kemarin, Senin (1/8/2016), Minyak WTI tercatat mengalami pelemahan -3.87% pada level 39.99 USD/barel dan Minyak Brent melemah -0.73% pada level 42.15 USD/barel.

Demikian diungkapkan Putu Wahyu Suryawan, Investment Analyst PT Corfina Capital kepada Pasardana.id, di Jakarta, Selasa (02/08/2016).

Lebih lanjut dijelaskan, bursa Amerika pada perdagangan semalam juga mengalami pelemahan akibat penurunan harga minyak mentah dunia, dimana Dow Jones tercatat -0.15% pada level 18,404.51, S&P 500 Index tercatat -0.13% pada level 2,170.84 dan Nasdaq tercatat -0.51% pada level 10,730.20.

Selain karena pelemahan haga minyak mentah dunia, penurunan Bursa Amerika juga dikarenakan data ekonomi Amerika yang tercatat tidak sesuai ekspektasi pasar, dimana data ISM Manufacturing PMI Amerika pada bulan Juli tercatat sebesar 52.6, lebih rendah dari bulan sebelumnya, yang tercatat sebesar 53.2, dan lebih rendah dari konsensus yang sebesar 53, tetapi data Market Manufacturing PMI Amerika pada bulan Juli tercatat sebesar 52.9, dimana angka tersebut sesuai dengan konsensus dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 51.3.

Data Construction Spending Amerika pada bulan Juni juga tercatat melemah -0.6%MoM, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -0.1%.

"Dengan adanya beberapa data diatas, kami perkirakan IHSG pada hari ini akan mengalami pelemahan sejalan dengan pelemahan harga minyak mentah dunia dan pelemahan Bursa Amerika," jelas Putu.

Ditambahkan, aksi profit taking juga akan membebani pergerakan IHSG setelah mencatatkan kenaikan +2.79% dan ditutup pada level 5,361.576 pada perdagangan kemarin.

Walaupun data inflasi Indonesia tercatat positif 0.69% MoM pada bulan Juli dan secara tahunan tercatat 3.21% YoY, tetapi data Nikkei Manufacturing PMI Indonesia tercatat hanya sebesar 48.4 pada bulan Juli, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 51.9.

Putu juga mengatakan bahwa pada akhir pekan ini Investor akan mencermati data GDP Indonesia, data Business Confidence dan data cadangan devisa.

"Investor akan menunggu terlebih dahulu data tersebut, sebelum kembali memutuskan langkah Investasi pada Bursa efek Indonesia," imbuhnya.

Adapun Indeks diperkirakan akan bergerak pada level 5,290 -5,350.

"Investor kami sarankan untuk menghindari saham - saham berbasis komoditas terlebih dahulu, seiring pelemahan harga minyak mentah dunia," tandasnya.