BEI Perkirakan Transaksi Crossing Mencapai Rp 250 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pelaksanaan UU pengampunan Pajak akan berdampak pada meningkatnya transaksi crosing atau transaksi tutup sendiri. Hal itu karena deklarasi aset berupa saham oleh pemilik sesunguhnya.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio menyatakan, banyak pemilik saham atas nama investor asing yang sejatinya dimiliki oleh orang Indonesia. Dengan UU pengampunan maka pemilik saham sebenarnya akan memanfaatkannya dengan medeklarasikan kepemilikan sahamnya.

"Tadinya mereka pakai nama asing, kami estimasikan ada sekitar Rp 250 triliun (crosing saham)," ujar dia di Jakarta, Senin (1/8/2016).

Perkiraaan itu didasarkan dari data yang dimilikinya, dimana saat ini transaksi saham perhari 60 persen oleh investor asing dan 40 persen investor lokal, namun kepemilikan justru sebaliknya yakni 40 persen dikuasai asing dan 60 persen oleh investor lokal.

"Ini ada yang salah," ujar dia.

Sehingga ia perkirakan dari 60 persen kepemilikan asing itu sejatinya dimiliki oleh orang Indonesia. Angka itu, kata dia, 10 persen dari market kapitalisasi pasar modal.

Ditempat yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyatakan, hal serupa terjadi pada komposisi kepemilikan Surat Utang Negara.

"39 persen SUN dimiliki oleh asing, namun 60 persennya dari jumlah itu datang dari investor Singapurian dan kami perkirakan separuhnya itu orang Indonesia," ujar dia.