Cegah Defisit Melebar, Cost Recovery Disepakati USD 8 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Cegah pembengkakan ratio defisit transaksi berjalan, Rapat Kerja Badan Anggaran dan Pemerintah di tingkat panitia kerja (panja) asumsi dasar, pendapatan, defisit dan pembiayaan menyepakati besaran cost recovery yakni USD 8 miliar dalam APBNP 2016. Angka ini dihasilkan setelah lobi-lobi politik antara Banggar dan Pemerintah.

Sebelumnya, Banggar menginginkan cost recovery seperti yang diputuskan dalam pembahasan internal Komisi VII DPR yaitu USD9,4 miliar. Pemerintah menginginkan cost recovery tak di bawah angka USD11 miliar.

Legislatif beralasan, jika defisit melebar, maka tentu ada penambahan utang. Sedangkan untuk membayar biaya utang tersebut, menggunakan uang rakyat.

"Itulah pertimbangannya. Makanya dicari cara gimana defisit enggak bertambah," jelas Ketua Banggar DPR, Kahar Muzakir di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2016).

Dijelaskan, angka USD8 miliar diputuskan karena pertimbangan DPR ingin menjaga ratio defisit transaksi berjalan untuk berada di bawah tiga persen dari produk domestik bruto (PDB), sesuai aturan UU.

"Supaya defisitnya enggak lebih dari tiga persen, makanya kita bersepakat menetapkan USD8 miliar," tandas Kahar.