Penertiban Gestun Baru Sebatas Nota Kesepahaman

foto : istimewa

Pasardana.id - Bank Indonesia (BI) akan menertibkan kasus gesek tunai (gestun) kartu kredit di merchant, karena ini melanggar aturan penggunaan tersebut. Langkah ini telah dibicarakan pada tingkat pimpinan BI selama dua kali.

"Ini sesuatu yang tidak diperkenankan," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo di Jakarta, beberapa waktu lalu.

BI berencana akan merevisi aturan penggunaan kartu kredit oleh pemegangnya. Kebijakan tersebut diharapkan bisa melindungi konsumen.

Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/11/PBI/2009 sebagaimana diubah dengan PBI No.14/2/2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

Dengan aturan ini pihak acqauirer diminta menghentikan kerjasama dengan merchant yang berpraktik gestun.

Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) telah diminta membantu penertiban praktik tersebut, dalam Nota Kesepahaman Penutupan Pedagang (Merchant) Penarikan/Gesek di Jakarta pada 12 Juni 2015 lalu.

Sebanyak 23 bank penerbit dan 13 acquirer juga meneken kesepatan tersebut. "BI menegaskan dukungannya terhadap upaya bank penerbit dan acquirer untuk memonitor, meminta klarifikasi, serta mengedukasi para merchant dan nasabah," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara.