Kadin Tegaskan Pentingnya Menciptakan Ketahanan Pangan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan/BULOG, Benny Soetrisno menegaskan tentang pentingnya ketahanan pangan. Dengan ketahanan pangan, warga bisa membeli produk pangan dengan harga terjangkau.

"Bila berbicara jujur, Indonesia memang perlu mengimpor pangan karena produksi di dalam negeri terbatas namun permintaannya tinggi," tegasnya di sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (4/5/2016) kemarin.

"Kita semua harus jujur. Kalau memang belum bisa berdaulat (pangan), harus dicukupi dengan dengan mengimpor. Kalau sudah berdaulat ya jangan impor," sambungnya lagi.

Ditempat terpisah, Poverty Analyst Bank Dunia, Maria Monica Wihardja mengungkapkan, ada beberapa kebijakan Pemerintah yang dinilai tak manjur dalam mengendalikan harga dan menjaga stok beras di dalam negeri.

"Ada dampak psikologis, apalagi di bulan Januari perlu ada stok (Bulog) yang cukup tinggi. Ditambah stok tipis dan pemerintah mengeluarkan sentimen anti impor, maka pedagang sudah tahu bahwa harga akan naik, makanya ditimbun," kata Maria.

Dijelaskan, persoalan lainnya yakni terlambatnya keputusan impor beras. Menurutnya, selama bisa diatur dengan perencanaan yang baik, beras impor tidak akan merusak harga di tingkat petani. Bahkan, beras bisa disimpan di negara eksportir dan bisa didatangkan kapan saja sesuai kesepakatan.

"Waktu lalu kita telat (impor). Ternyata Filipina sudah pesan dari Thailand dan Vietnam, akhirnya kita tidak bisa capai target impor kita yang 1,5 juta ton. Kita akhirnya harus cari lagi dari India, Pakistan, Myanmar dan lainnya," ungkap Maria.

"Misalkan sudah ada perjanjian yang akan kita impor, ini impor beras tidak harus dikeluarkan langsung dan kita bisa simpan. Pada saat perlu dan produksi rendah bisa kita keluarkan. jadi perhitungannya jauh-jauh hari," sambungnya.

Sementara itu, sejauh ini, Perum Bulog menyatakan stok beras masih cukup menghadapi Lebaran tahun ini. Selain menjamin ketersediaan stok, Bulog juga menyiapkan sejumlah rantai distribusi beras.

"Yang paling pokok adalah stok kita cukup. Berikutnya masalah distribusi, kita juga sudah menyiapkan berbagai saluran distribusi. Baik melalui distributor maupun penjualan langsung," ujar Kepala Divisi Pemasaran Bulog, Subali Agung Gunawan.

Selain itu, lanjutnya, Bulog juga menyiapkan sarana retailnya yaitu Bulog Mart dan Rumah Pangan. Menurut Subali, melalui berbagai upaya itu bisa mengakomodir kebutuhan sebelum maupun pada saat Lebaran.