ABM Investama Raih Kontrak Penambangan Batubara Rp1,37 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT ABM Investama Tbk (ABMM), melalui anak usahanya yakni PT Cipta Kridatama, berhasil mendapatkan kontrak baru penambangan batubara senilai Rp1,37 triliun dari PT Indomining, anak perusahaan PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA).

Direktur Utama Cipta Kridatama Irfan Setiaputra, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/4) mengemukakan, penandatangan kontrak dilakukan direksi Cipta Kridatama dengan direksi Indomining pada 1 April 2016.

Kontrak tersebut berlaku hingga tahun 2021 untuk jasa penambangan batubara di Sanga Sanga, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Menurut Irfan, lingkup pekerjaan yang dijalankan oleh Cipta Kridatama antara lain mencakup pengupasan lapisan tanah penutup batu bara atau overburden removal, di area tambang seluas 683 hektare.

Selama masa kontrak, Cipta Kridatama ditargetkan mampu melakukan pengupasan lapisan tanah penutup sebesar 65 juta Bcm hingga akhir kontrak.

Cipta Kridatama adalah penyedia jasa pertambangan batubara lengkap, dari tambang ke pelabuhan (from pit to port).

Pada 2013, CK mengembangkan bisnis jasa konstruksi. Hal ini dilakukan guna memperluas jaringan bisnis, sekaligus menyediakan solusi terintegrasi untuk sektor pertambangan, minyak dan gas, geotermal, industri, dan infrastruktur umum.

Irfan mengatakan, pihaknya mengalokasikan dana belanja modal atau capex (capital expenditure) sebesar US$50 juta pada 2016.

Capex ini lebih rendah 75% dari tahun sebelumnya US$200 juta. Menurut Irfan, manajemen Perseroan juga berencana untuk mengembangkan industri pembangkit tenaga listrik, infrastruktur, maupun logistik.

Selama 2015, ABM Investama mencatat pendapatan US$654,58 juta, turun sebesar 9,5% dibanding US$723,62 juta tahun 2014. Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk berkurang 66,3% menjadi US$38,05 juta dari US$112,97 juta pada 2014.

Harga saham ABMM pada perdagangan sesi kedua di BEI, Rabu (6/4) tercatat Rp2.340 per unit, turun Rp400 dibanding penutupan, Selasa (5/4) sebesar Rp2.745 per saham.