Ditopang Pendapatan, Lippo Cikarang Raih Laba Rp910 Miliar pada 2015

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Di tengah perlambatan ekonomi domestik dan merosotnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serika hingga mencapai Rp14.700 per US$ pada 2015, PT Lippo Cikarang (LPCK) ternayata mampu membukukan kinerja memuaskan.

Keberhasilan tersebut antara lain ditunjang oleh terobosan manajemen dalam melakukan efisiensi usaha. Selain itu, Kenaikan pendapatan usaha juga turut menopan pertumbuhan laba LPCK tahun lalu.

Dari laporan keuangan yang diumumkan, Kamis (3/3) terungkap, laba LPCK mencapai Rp910,58 miliar (Rp1.308,30 per saham) pada 2015, naik 7,6% dibanding Rp845,97 miliar (Rp1.215,48 per saham) pada 2014. Ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha LPCK sebesar 18,6%, yaitu dari Rp1,72 triliun menjadi Rp2,04 triliun pada 2015.

Seiring pendapatan, beban usaha perseroan juga meningkat 45,1% menjadi Rp204,84 miliar. Akan tetapi, emiten pengembang properti itu berhasil mencatatkan laba usaha Rp914,62 miliar pada 2015, naik sekitar 8,4% dari Rp843,93 miliar pada tahun 2014.

Pada saat yang sama, pendapatan keuangan emiten properti beraset Rp5,48 triliun pada 2015 naik 24,83% dari Rp4,39 triliun pada 2014  itu bertambah 38,3% menjadi Rp16,04 miliar.

Kenaikan pendapatan keuangan itu mendorong laba sebelum pajak LPCK tumbuh 8%, dari Rp861,03 miliar menjadi Rp930,52 miliar pada 2015.

Hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis (3/3), harga saham LPCK tercatat Rp6.300 per unit, naik Rp225 (3,70%) menjadi Rp6.300 dari harga penutupan, Rabu (2/3) sebesar Rp6.075 per unit.

Sementara pada periode 30 Desember 2015 - 29 Februari 2016, saham LPCK turun 15,52%, yaitu dari Rp7.250 menjadi Rp6.125 per unit.